Survei Pilpres 2019: Mahfud MD dan Sri Mulyani Cawapres Potensial

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi, Mahfud MD (kanan) memberi sambutan saat seleksi calon legislatif PSI di kantor DPP PSI, Jakarta, 22 April 2018. Mahfud mengaku menaruh harapan pada PSI sebagai partai baru yang belum memiliki catatan apa pun di bidang politik. TEMPO/M Taufan Rengganis

TEMPO.CO, Jakarta - Saiful Mujani Research Center (SMRC) menyebut Mahfud MD dan Sri Mulyani Indrwati paling berpotensi menjadi calon wakil presiden (cawapres) dalam Pemilihan Presiden atau Pilpres 2019. Selain, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi dan Menteri Keuangan ini, SMRC menyebutkan ada lima nama lain yang memiliki peluang menjadi cawapres.

CEO Riset SMRC Djayadi Hanan mengatakan nama ketujuh tokoh itu antara lain Mahfud MD, Sri Mulyani, Chairul Tanjung, Airlangga Hartarto, dan M Zainul Majdi. Nama Gatot Nurmantyo, Anies Baswedan, dan Said Aqil Siradj juga masuk dalam daftar cawapres potensial. "Nama-nama ini selalu muncul memperoleh penilaian tertinggi, baik oleh elite, opinion leader, maupun masyarakat pemilih secara keseluruhan," kata Djayadi di kantornya, Jakarta, Kamis, 5 Juli 2018.

Baca: Jokowi Sudah Kantongi Sepuluh Nama Cawapres untuk Pilpres 2019

SMRC mengkategorikan elit sebagai kelompok masyarakat yang dinilai sangat tahu informasi yang beredar di kalangan terbatas. Mereka tercakup politisi, teknokrat senior, intelektual nasional dengan reputasi luas, dan pengusaha yang masuk kelompok papan atas atau dalam daftar 50 orang terkaya. Total elite yang menjadi responden dalam penelitian yang digelar pada akhir Mei 2018 ini ada 12 orang.

Sementara opinion leader adalah orang-orang yang banyak ikut bersuara dan membentuk pendapat publik. Mereka adalah pengamat, intelektual, atau peneliti yang biasa terekspos ke media massa, dan para pimpinan redaksi media massa. Total narasumber dalam penelitian cawapres potensial di Pilpres 2019 ini sebanyak 93 orang.

Simak: Airlangga Hartanto Bertemu Cak Imin Bahas Koalisi Pilpres 2019

Sedangkan massa pemilih nasional adalah semua warga negara Indonesia yang punya hak pilih. Mereka diikutkan dalam penelitian secara acak melalui survei nasional. Total responden untuk survei cawapres potensial di Pilpres 2019 ini ada 2.206 orang.

SMRC meminta penilaian ketiga lapis masyarakat itu terhadap sejumlah tokoh yang namanya mencuat di bursa Pilpres 2019. Mereka dinilai berdasarkan kriteria kualitas pribadi seperti integritas, kapabilitas, empati, akseptabilitas, dan kontinuitas.

Dari ketujuh nama yang sering disebut, dua di antaranya konsisten mendapat skor besar dari ketiga lapis masyarakat adalah Mahfud MD dan Sri Mulyani Indrawati. Kalangan elite menilai Mahfud dan Sri Mulyani dengan rata-rata skor masing-masing 6,9 dan 6,2. Keduanya berada di bawah Jokowi dengan skor 7,8; Jusuf Kalla 7,5; Airlangga Hartanto 6,4; dan Chairul Tanjung 6,3.

Simak: Disebut Masuk Bursa Cawapres, Idrus Marham Sebut Puan Maharani Populer

Sementara itu dari penilaian opinion leader, Mahfud MD mendapat dengan skor 7,2 dan Sri Mulyani 7,0. Keduanya berada di bawah Jokowi dan Jusuf Kalla.

Dari kalangan masyarakat, Mahfud sangat disukai sebagai pemimpin setelah Jokowi dan Gatot Nurmantyo. Sementara Sri Mulyani berada di posisi kelima di bawah Prabowo Subianto.

Ahli Psikologi Sosial Universitas Indonesia Bagus Takwin mengatakan Mahfud MD dan Sri Mulyani konsisten mendapat skor tinggi dalam bursa cawapres untuk Pilpres 2019 lantaran sering hadir di muka publik. Mereka juga berkaitan dengan isu-isu terkini. "Kelihatannya mereka ini orang yang muncul dengan teknokratis yang menonjol. Terlihat di publik, ditangkap baik oleh masyarakat, dan tangkas kalau berdebat," katanya.






Soal Peluang Jadi Cawapres Prabowo atau Puan, Cak Imin: Nanti Kita Bicarakan Tuntas

11 jam lalu

Soal Peluang Jadi Cawapres Prabowo atau Puan, Cak Imin: Nanti Kita Bicarakan Tuntas

Saat ini, kata Cak Imin, koalisi yang dibangun antara Partai Gerindra dan PKB terus mengalir dan diisi dengan sejumlah aktivitas.


Stafsus Sri Mulyani: Pemerintah Sengaja Kurangi Penarikan Utang Baru

14 jam lalu

Stafsus Sri Mulyani: Pemerintah Sengaja Kurangi Penarikan Utang Baru

Stafsus Sri Mulyani menyatakan pemerintah tengah mengambil sikap mengurangi penarikan utang baru untuk membiayai APBN.


Ancaman Resesi, Perencana Keuangan: Kalau Mau Healing, di Dalam Negeri Dulu

15 jam lalu

Ancaman Resesi, Perencana Keuangan: Kalau Mau Healing, di Dalam Negeri Dulu

Untuk menjaga aliran dana atau cashflow saat resesi terjadi, Aidil mewanti-wanti masyarakat untuk menekan konsumsinya.


Bel Resesi Ekonomi Dunia Berdentang, Pemerintah Belum Siap

15 jam lalu

Bel Resesi Ekonomi Dunia Berdentang, Pemerintah Belum Siap

Sri Mulyani menyoroti kenaikan suku bunga yang dilakukan oleh bank sentral negara-negara di dunia memicu resesi ekonomi global.


Komisi Yudisial Ingin Pemerintah Kuatkan Institusinya Usai Hakim Agung Ditangkap KPK

21 jam lalu

Komisi Yudisial Ingin Pemerintah Kuatkan Institusinya Usai Hakim Agung Ditangkap KPK

Menurut Miko, Komisi Yudisial sebagai lembaga pengawas perlu dikuatkan atau setara dengan pihak yang diawasi setelah hakim agung terjerat korupsi


Mahfud MD Sebut Upaya Berantas Mafia Hukum Sering Gembos di Pengadilan

23 jam lalu

Mahfud MD Sebut Upaya Berantas Mafia Hukum Sering Gembos di Pengadilan

Mahfud MD menjelaskan, MA selalu berdalih jika hakim itu merdeka dan tak boleh diintervensi. Namun, tba-tiba muncul kasus Hakim Agung Sudrajat Dimyati


Terpopuler: Luhut Sudah Pakai Mobil Listrik, PLN Batalkan Migrasi Kompor Listrik

1 hari lalu

Terpopuler: Luhut Sudah Pakai Mobil Listrik, PLN Batalkan Migrasi Kompor Listrik

Luhut menyatakan Presiden Joko Widodo alias Jokowi sudah memerintahkan para menteri menganggarkan pengadaan mobil listrik dalam APBN.


KontraS Sebut TIm PPHAM Hanya Gimmick Pemerintah

1 hari lalu

KontraS Sebut TIm PPHAM Hanya Gimmick Pemerintah

KontraS menyebut tim PPHAM bentukan pemerintah hanya merupakan gimmick semata. Seakan memperlihatkan negara telah selesaikan kasus pelanggaran HAM.


Defisit APBN Tahun Depan 2,48 Persen, PKS Ingatkan Sri Mulyani soal Tumpukan Utang

1 hari lalu

Defisit APBN Tahun Depan 2,48 Persen, PKS Ingatkan Sri Mulyani soal Tumpukan Utang

Proyeksi defisit APBN ini lebih rendah dari rancangannya yang sebesar 2,85 persen.


Banggar DPR Sepakat Anggaran Subsidi Energi Rp 211,9 Triliun, Ini Rinciannya

1 hari lalu

Banggar DPR Sepakat Anggaran Subsidi Energi Rp 211,9 Triliun, Ini Rinciannya

Alokasi subsidi energi tersebut terdiri atas subsidi bahan bakar minyak (BBM) tertentu dan LPG tabung 3 kilogram sebesar Rp 139,4 triliun.