Sabtu, 21 Juli 2018

Survei Pilpres 2019: Mahfud MD dan Sri Mulyani Cawapres Potensial

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi, Mahfud MD (kanan) memberi sambutan saat seleksi calon legislatif PSI di kantor DPP PSI, Jakarta, 22 April 2018. Mahfud mengaku menaruh harapan pada PSI sebagai partai baru yang belum memiliki catatan apa pun di bidang politik. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi, Mahfud MD (kanan) memberi sambutan saat seleksi calon legislatif PSI di kantor DPP PSI, Jakarta, 22 April 2018. Mahfud mengaku menaruh harapan pada PSI sebagai partai baru yang belum memiliki catatan apa pun di bidang politik. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta - Saiful Mujani Research Center (SMRC) menyebut Mahfud MD dan Sri Mulyani Indrwati paling berpotensi menjadi calon wakil presiden (cawapres) dalam Pemilihan Presiden atau Pilpres 2019. Selain, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi dan Menteri Keuangan ini, SMRC menyebutkan ada lima nama lain yang memiliki peluang menjadi cawapres.

    CEO Riset SMRC Djayadi Hanan mengatakan nama ketujuh tokoh itu antara lain Mahfud MD, Sri Mulyani, Chairul Tanjung, Airlangga Hartarto, dan M Zainul Majdi. Nama Gatot Nurmantyo, Anies Baswedan, dan Said Aqil Siradj juga masuk dalam daftar cawapres potensial. "Nama-nama ini selalu muncul memperoleh penilaian tertinggi, baik oleh elite, opinion leader, maupun masyarakat pemilih secara keseluruhan," kata Djayadi di kantornya, Jakarta, Kamis, 5 Juli 2018.

    Baca: Jokowi Sudah Kantongi Sepuluh Nama Cawapres untuk Pilpres 2019

    SMRC mengkategorikan elit sebagai kelompok masyarakat yang dinilai sangat tahu informasi yang beredar di kalangan terbatas. Mereka tercakup politisi, teknokrat senior, intelektual nasional dengan reputasi luas, dan pengusaha yang masuk kelompok papan atas atau dalam daftar 50 orang terkaya. Total elite yang menjadi responden dalam penelitian yang digelar pada akhir Mei 2018 ini ada 12 orang.

    Sementara opinion leader adalah orang-orang yang banyak ikut bersuara dan membentuk pendapat publik. Mereka adalah pengamat, intelektual, atau peneliti yang biasa terekspos ke media massa, dan para pimpinan redaksi media massa. Total narasumber dalam penelitian cawapres potensial di Pilpres 2019 ini sebanyak 93 orang.

    Simak: Airlangga Hartanto Bertemu Cak Imin Bahas Koalisi Pilpres 2019

    Sedangkan massa pemilih nasional adalah semua warga negara Indonesia yang punya hak pilih. Mereka diikutkan dalam penelitian secara acak melalui survei nasional. Total responden untuk survei cawapres potensial di Pilpres 2019 ini ada 2.206 orang.

    SMRC meminta penilaian ketiga lapis masyarakat itu terhadap sejumlah tokoh yang namanya mencuat di bursa Pilpres 2019. Mereka dinilai berdasarkan kriteria kualitas pribadi seperti integritas, kapabilitas, empati, akseptabilitas, dan kontinuitas.

    Dari ketujuh nama yang sering disebut, dua di antaranya konsisten mendapat skor besar dari ketiga lapis masyarakat adalah Mahfud MD dan Sri Mulyani Indrawati. Kalangan elite menilai Mahfud dan Sri Mulyani dengan rata-rata skor masing-masing 6,9 dan 6,2. Keduanya berada di bawah Jokowi dengan skor 7,8; Jusuf Kalla 7,5; Airlangga Hartanto 6,4; dan Chairul Tanjung 6,3.

    Simak: Disebut Masuk Bursa Cawapres, Idrus Marham Sebut Puan Maharani Populer

    Sementara itu dari penilaian opinion leader, Mahfud MD mendapat dengan skor 7,2 dan Sri Mulyani 7,0. Keduanya berada di bawah Jokowi dan Jusuf Kalla.

    Dari kalangan masyarakat, Mahfud sangat disukai sebagai pemimpin setelah Jokowi dan Gatot Nurmantyo. Sementara Sri Mulyani berada di posisi kelima di bawah Prabowo Subianto.

    Ahli Psikologi Sosial Universitas Indonesia Bagus Takwin mengatakan Mahfud MD dan Sri Mulyani konsisten mendapat skor tinggi dalam bursa cawapres untuk Pilpres 2019 lantaran sering hadir di muka publik. Mereka juga berkaitan dengan isu-isu terkini. "Kelihatannya mereka ini orang yang muncul dengan teknokratis yang menonjol. Terlihat di publik, ditangkap baik oleh masyarakat, dan tangkas kalau berdebat," katanya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Bulan Juli Ada Hari Es Krim Nasional di Amerika Serikat

    Tanggal 15 Juli adalah Hari Es Krim Nasional di Amerika Serikat. Ronald Reagan menetapkan bulan Juli sebagai hari minuman yang disukai tua muda itu.