JK dan Bank Dunia Tinjau Penanganan Stunting di Lombok Tengah

Reporter:
Editor:

Kukuh S. Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wapres Jusuf Kalla, Mendes PDTT, Menteri Kesehatan dan rombongan mengadiri rembuk desa di Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, Kamis, 5 Juli 2018.

    Wapres Jusuf Kalla, Mendes PDTT, Menteri Kesehatan dan rombongan mengadiri rembuk desa di Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, Kamis, 5 Juli 2018.

    TEMPO.CO, Mataram - Wakil Presiden Jusuf Kalla alias JK dan Presiden Bank Dunia Jim Young Kim mengunjungi Desa Dakung, Kecamatan Praya Tengah, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, Kamis, 5 Juli 2018. Dakung satu dari 10 desa di kabupaten itu yang menjadi pilot project penanganan balita kerdil (stunting).

    Penyandang  stunting di Nusa Tenggara Barat  mencapai 32 persen dari sekitar 500 ribu balita. Ukuran tinggi badan mereka kurang dari 47 sentimeter sewaktu dilahirkan, sehingga berdampak kepada pertumbuhan otak. Penyebabnya adalah kurangnya gizi sejak dalam kandungan. Menurut Kalla program rembuk desa pencegahan kerdil  merupakan program untuk masa depan. ''Program ini terkait masa depan generasi muda di Indonesia,'' katanya.

    Baca: JK dan Presiden World Bank akan Tinjau Stunting di Lombok

    Program tersebut bukan baru betul, tapi harus dihidupkan lagi dan diperbaiki. Zaman dulu sudah ada posyandu. Saat ini, kata dia, program itu pelu diperbaiki cara dan sistemnya, termasuk kerja sama semua pihak. "Kenapa ada Menteri Desa, karena ada dana desa. Di sini Rp 1 miliar setahun dulu, jadi perbaiki jalan dan untuk kualitas anak-anak," kata dia.

    Jim Young Kim, yang juga seorang dokter, menyebutkan masalah utama balita kerdil bukan semata terhambatnya pertumbuhan tinggi badan, namun terhambatnya pertumbuhan otak. ''Yang berdampak besar pada masa depan seseorang," ucap Jim.

    Jim berujar tujuan kunjungan ini untuk melihat upaya penanganan balita kerdil di lapangan, dan juga mendapat laporan proyek percontohan Human Development Worker (HDW) atau Kader Pembangunan Manusia. Lombok Tengah menjadi satu dari 31 kabupaten percontohan untuk proyek  Kader Pembangunan Manusia. Lokasi ini dipilih karena prevalensi stunting yang tinggi.

    Simak: Bank Dunia Beri Pinjaman RI USD 400 Juta untuk Atasi Stunting

    Menurutnya faktor keberhasilan dalam penanganan balita kerdil meliputi konvergensi berbagai layanan, komitmen politik dan implementasi kebijakan yang lebih baik. Seperti fokus pada data, insentif, hasil, dan mendukung perubahan perilaku, koordinasi dan komunikasi untuk mengajak orangtua, pejabat publik, pembuat kebijakan bersatu melawan stunting.

    Jim menuturkan proyek percontohan HDW merupakan salah satu komponen utama dari implementasi program stunting pemerintah. Percontohan ini akan memperkerjakan 3.105 kader untuk mengatasi balita kerdil di 31 kabupaten, 3.105 desa dan 7.500 pos kesehatan. 31 kabupaten tersebut adalah bagian dari 100 kabupaten prioritas pertama program stunting pemerintah.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Avengers: EndGame dan Ribuan Jagoan yang Diciptakan oleh Marvel

    Komik marvel edisi perdana terjual 800 ribu kopi di AS. Sejak itu, Marvel membuat berbagai jagoan. Hingga Avengers: Endgame dirilis, ada 2.562 tokoh.