Terduga Pelaku Ledakan di Pasuruan Sempat Lemparkan Bom ke Polisi

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Bom Mobil. shutterstock.com

    Ilustrasi Bom Mobil. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Terduga pelaku ledakan di Pasuruan sempat melempar bahan peledak ke arah polisi. "Terduga pelaku keluar melempar dua bahan peledak kepada polisi di TKP, kemudian melarikan diri," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia Brigadir Jenderal M. Iqbal.

    Ledakan di Pasuruan itu terjadi di salah satu rumah warga di Pogar, Bangil, Kamis, 5 Juli 2018, sekitar pukul 11.30 WIB. Menurut Iqbal, ada dua kali ledakan yang terjadi di tempat tersebut. "Terjadi satu kali ledakan sedang, selang waktu lima menit terjadi ledakan kecil di dalam rumah tersebut," katanya.

    Baca juga: Seorang Perempuan Ditangkap Pasca- Ledakan di Pasuruan

    Iqbal melanjutkan, setelah terjadi ledakan banyak warga termasuk saksi yang berdatangan ke lokasi. Namun, warga tak berani masuk ke dalam rumah kontrakan tersebut.

    Iqbal mengatakan, ledakan terjadi di rumah kontrakan yang dihuni oleh Anwardi di Jalan Sungkono, Bangil, Pasuruan. Anwardi, yang saat ini menjadi terduga pemilik bahan peledak merupakan warga yang beralamat di Karang Tanjung, Pandeglang, Banten.

    Selain itu, seorang perempuan ditangkap polisi menyusul peristiwa ledakan ini. Iqbal mengatakan perempuan tersebut diduga istri dari pemilik bahan peledak. "Seorang wanita diduga istri dari terduga pemilik bahan peledak saat ini diamankan untuk kepentingan penyelidikan," tuturnya.

    Baca juga: Kapolda Jatim: Ledakan di Pasuruan Low Explosive

    Iqbal melanjutkan saat ini kepolisian setempat sedang melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) ledakan di Pasuruan. Kepolisian juga masih menolong korban dan membuat perimeter aman untuk kepentingan pengamanan masyarakat di sekitar lokasi.

    BUDIARTI UTAMI PUTRI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tujuh Poin Revisi UU KPK yang Disahkan DPR

    Tempo mencatat tujuh poin yang disepakati dalam rapat Revisi Undang-undang Nomor 30 tahun 2002 atau Revisi UU KPK pada 17 September 2019.