Minggu, 22 September 2019

Begini Kronologi Terjadinya Ledakan di Pasuruan

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi bom bunuh diri. shutterstock.com

    Ilustrasi bom bunuh diri. shutterstock.com

    TEMPO.CO, JakartaLedakan di Pasuruan membuat panik warga Desa Pogar, Kecamatan Bangil. Mereka awalnya menduga ledakan yang berasal dari salah satu rumah di sana adalah ledakan tabung gas elpiji. Karena itu mereka langsung membantu korban ledakan saat keluar dari rumah itu.

    Menurut Kepala Polda Jawa Timur Inspektur Jenderal Machfud Arifin, saat hendak ditolong itulah pemilik rumah malah mengancam akan meledakkan bom yang disimpan dalam tas ransel. "Kemudian yang bersangkutan melarikan diri dengan menggunakan sepeda motor," kata Machfud.

    Baca juga: Kapolda Jatim: Ledakan di Pasuruan Low Explosive

    Menurut Machfud, pria yang diduga pemilik bom itu sempat ditembak dengan senapan angin oleh warga setempat. "Ada laporan yang mengatakan kalau korban sempat ditembak dengan menggunakan senapan angin oleh warga. Selain itu yang bersangkutan juga sempat menyerang Kapolsek," katanya.

    Machfud mengatakan polisi sedang mengejar pria yang diduga pelaku ledakan di Pasuruan tersebut. Sedangkan perempuan yang menyelamatkan anaknya yang terluka sudah ditangkap polisi. Perempuan itu diduga merupakan istri pelaku dan saat ini tengah diperiksa penyidik.

    Machfud mengatakan, untuk korban anak pelaku saat ini sudah dalam penanganan medis di rumah sakit karena luka yang diderita tidak terlalu parah.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rincian Pasal-Pasal yang Diduga Bermasalah di Revisi UU KPK

    Banyak pasal dalam perubahan kedua Undang-Undang Komisi Pemberantasan Korupsi, atau Revisi UU KPK, yang disahkan DPR, berpotensi melemahkan KPK.