PPP: Ketua Umum Partai akan Kumpul Bahas Cawapres Jokowi

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan Romahurmuziy saat menghadiri halalbihalal bersama Pimpinan Pusat Muhammadiyah di kantor PP Muhammadiyah, Jakarta, 4 Juli 2018. Tempo / Friski Riana

    Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan Romahurmuziy saat menghadiri halalbihalal bersama Pimpinan Pusat Muhammadiyah di kantor PP Muhammadiyah, Jakarta, 4 Juli 2018. Tempo / Friski Riana

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan, Romahurmuziy mengatakan sebelum 15 Juli 2018, pimpinan partai politik pendukung Joko Widodo akan berkumpul untuk membahas calon wakil presiden Jokowi.

    "Saya juga baru datang dari Istana Bogor bersama dengan presiden. Dan kami sedang menata waktu yang pas untuk seluruh ketua umum partai politik untuk bertemu dengan presiden," kata Romy di kantor PPP, Jakarta Pusat pada Rabu, 4 Juli 2018.

    Baca: Sekjen PPP Ungkap 9 dari 10 Nama Kandidat Cawapres Jokowi

    Sejauh ini, kata Romy, ada lima partai yang telah pasti mendukung Jokowi dalam pilpres 2019. Lima partai itu adalah PPP, Golkar, PDIP, Hanura dan Nasdem.

    Saat ditanya soal kesiapannya sendiri menjadi wakil Jokowi, Romi menyatakan belum bicara siap ataupun tidak siap. "Tapi yang paling pasti adalah kami harus memastikan koalisi itu formasinya final dulu. Karena sekarang ini lima belum temu final, bisa saja ada tambahan-tambahan," ujarnya.

    Baca: PPP: Cawapres Jokowi di Pilpres 2019 Sering Beredar di Masyarakat

    Sementara itu, Sekretaris Jenderal PPP Arsul Sani mengungkapkan 9 dari 10 nama kandidat cawapres untuk Jokowi. Mereka adalah Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa Muhaimin Iskandar, Ketua Umum PPP Muhammad Romahurmuziy, politikus Partai Hanura sekaligus Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan Wiranto, Kepala Kantor Staf Presiden Moeldoko, Ketua Majelis Ulama Indonesia Ma'ruf Amin, dan mantan Ketua Mahkamah Konstitusi sekaligus anggota Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila Mahfud MD.

    Lalu ada Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto, mantan Ketua Pengurus Pusat Muhammadiyah Din Syamsuddin, dan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama Said Aqil Siraj juga masuk dalam daftar. "Satunya lagi saya enggak tahu," kata Arsul.

    Baca: Idrus Marham: Semua Ingin Jadi Cawapres Jokowi


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.