Minggu, 22 September 2019

Pembangunan Masif di Desa Kurangi Urbanisasi

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Eko Putro Sandjojo menghadiri Executive Center for Global Leadership (ECGL) Alumni Gathering di Hotel Fairmont Ballroom, Jakarta, Rabu, 4 Juli 2018.

    Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Eko Putro Sandjojo menghadiri Executive Center for Global Leadership (ECGL) Alumni Gathering di Hotel Fairmont Ballroom, Jakarta, Rabu, 4 Juli 2018.

    INFO NASIONAL - Penggelontoran dana desa sejak 2015 memiliki dampak bagi pembangunan desa yang begitu masif. Bukan itu saja, sektor pariwisata, perekonomian, hingga kesehatan, juga mengalami kemajuan cukup signifikan dengan adanya dana desa yang digelontorkan setiap tahun. Bahkan, dana desa juga mampu mengurangi arus urbanisasi ke kota-kota besar.

    "Dana desa juga berpengaruh cukup besar dalam pengurangan urbanisasi. Saat ini, kita masih menunggu hasil sensus potensi desa yang dilakukan Badan Pusat Statistik (BPS). Mudah-mudahan September nanti keluar hasil angka presentase terkait urbanisasi," kata Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Eko Putro Sandjojo setelah menghadiri acara Executive Center for Global Leadership (ECGL) Alumni Gathering, di Hotel Fairmont Ballroom, Jakarta, Rabu, 4 Juli 2018.

    Menurut Menteri Eko, pengurangan urbanisasi akibat adanya pembangunan desa yang cukup besar tersebut, dinilai terlihat dengan sulitnya mencari para pekerja yang berasal dari desa, yang bekerja secara informal atau pekerja yang bekerja pada pihak tidak berbadan hukum atau perusahaan, seperti babysitter, sopir, pembantu rumah tangga, dan tukang kebun.

    "Di kota-kota besar, seperti Jakarta, misalnya, kita melihat untuk cari pembantu, sopir, atau babysitter, saat ini sudah mulai susah. Susah carinya karena mereka (pekerja dari desa) telah mendapatkan pendapatan yang mungkin sama atau sedikit lebih rendah dengan bekerja di desa. Jadi, mereka akan lebih senang bekerja di desa kalau ada pekerjaan," ujarnya.

    Eko menambahkan, penyediaan lapangan pekerjaan di desa saat ini mulai digencarkan dengan sejumlah program pemerintah. Misalnya, dengan adanya dana desa yang dilakukan secara padat karya tunai yang pekerjanya berasal dari masyarakat desa setempat atau tidak menggunakan kontraktor. Selain itu, dengan adanya desa-desa wisata dan program produk unggulan desa akan banyak menyerap tenaga kerja.

    "Kalau kita mengacu pada data BPS, saat ini angka pengangguran terbuka di desa jauh lebih kecil daripada angka pengangguran terbuka di kota," tuturnya. (*)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Imam Nahrawi Diduga Terjerat Dana Hibah

    Perkara dugaan korupsi Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi bermula dari operasi tangkap tangan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi pada 18 Desembe