Selasa, 17 September 2019

Blokir Tik Tok, Menteri Rudiantara: Demi Kebaikan Bersama

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menkominfo Rudiantara menyampaikan keterangan terkait registrasi dan pengamanan data konsumen telko pada rapat kerja dengan Komisi I di Jakarta, 19 Maret 2018. Menkominfo menanggapi adanya isu kebocoran data pelanggan dalam proses registrasi kartu SIM prabayar dengan NIK dan KK. ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari

    Menkominfo Rudiantara menyampaikan keterangan terkait registrasi dan pengamanan data konsumen telko pada rapat kerja dengan Komisi I di Jakarta, 19 Maret 2018. Menkominfo menanggapi adanya isu kebocoran data pelanggan dalam proses registrasi kartu SIM prabayar dengan NIK dan KK. ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengaku tak khawatir dicap sebagai tukang blokir platform digital setelah kali ini memblokir aplikasi Tik Tok. Ia meyakini kebijakannya menutup akses sejumlah aplikasi di dalam negeri dilakukan demi kebaikan bersama.

    "Lebih khawatir mana, memblokir untuk keselamatan masyarakat Indonesia terutama anak-anak atau tidak melakukan itu?" kata Rudiantara di Kantor PBNU, Jakarta, Selasa, 3 Juli 2018.

    Baca: Situs Tik Tok Diblokir Setelah Kontroversi Video Bowo Alpenliebe

    Rudiantara baru memblokir aplikasi berbagi video, Tik Tok. Aplikasi itu dinilai memuat banyak konten negatif yang tidak pantas ditayangkan, terutama untuk anak-anak. Menurut dia, ribuan orang melaporkan aplikasi tersebut ke kementeriannya.

    Pemerintah sebelumnya telah memblokir Tumblr dan Vine karena konten negatif yang beredar di dalamnya. Bigo juga diblokir dengan alasan yang sama.

    Bedanya, Bigo telah bersedia membersihkan kontennya dan menjamin tak ada yang negatif dalam aplikasi mereka. Sementara Tumblr hingga Tik Tok tak merespons surat pemerintah yang meminta mereka berbenah.

    Baca: Psikolog: Bowo Alpenliebe Mau Cepat Terkenal Lewat Tik Tok

    Rudiantara mengatakan pemerintah tak bisa bekerja sendiri memilah konten negatif di setiap platform. "Ini harus dibantu platformnya untuk memilah," ujarnya.

    Kepada masyarakat yang menggunakan berbagai aplikasi, Rudiantara berpesan agar mereka memilih aplikasi lain yang lebih bersih. Ia tak ingin masyarakat yang menggunakan aplikasi dengan baik justru menjadi korban karena konten negatif dari sejumlah akun.

    Rudiantara juga berharap momentum pemblokiran ini bisa dimanfaatkan generasi muda Indonesia untuk membuat platform sendiri. "Ini sebenarnya kesempatan buat anak Indonesia membuat platform live streaming buatan dalam negeri," kata dia mencontohkan peluang dari pemblokiran Tik Tok.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Google Doodle, Memperingati Chrisye Pelantun Lilin-Lilin Kecil

    Jika Anda sempat membuka mesin pencari Google pada 16 September 2019, di halaman utama muncul gambar seorang pria memetik gitar. Pria itu Chrisye.