Menteri Eko Minta Pendamping Desa Bantu Kurangi Kesenjangan

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Eko Putro Sandjojo saat memberikan arahan pada pembukaan Training of Trainer (TOT) Peningkatan Kapasitas Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat Kabupaten/Kota Program Inovasi Desa di The Media Hotel and Tower, Jakarta, Senin malam, 2 Juli 2018.

    Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Eko Putro Sandjojo saat memberikan arahan pada pembukaan Training of Trainer (TOT) Peningkatan Kapasitas Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat Kabupaten/Kota Program Inovasi Desa di The Media Hotel and Tower, Jakarta, Senin malam, 2 Juli 2018.

    INFO NASIONAL - Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Eko Putro Sandjojo meminta pendamping desa mendorong lahirnya pengusaha-pengusaha baru di desa. Hal itu, menurut Menteri Eko, akan membantu mengurangi kesenjangan ekonomi, terutama di desa.

    "Saya harap, dalam lima tahun ke depan, ada pengusaha baru menengah yang asalnya dari pendamping desa atau yang didampingi," ujarnya saat memberikan arahan dalam pembukaan training of trainer Peningkatan Kapasitas Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat Kabupaten/Kota Program Inovasi Desa di The Media Hotel and Tower, Jakarta, Senin malam, 2 Juli 2018.

    Menurut dia, apa yang telah dibangun bersama selama 72 tahun Indonesia merdeka, telah berhasil membawa Indonesia menjadi negara dengan ekonomi nomor 16 dunia. Jika masa lalu masyarakat tidak merasa miskin, hal tersebut karena mayoritas masyarakat dalam kondisi miskin sehingga tidak merasakan kesenjangan. Hal tersebut tentu berbeda dengan kondisi saat ini.

    "Karenanya, pemerintah sangat komitmen dalam mengentaskan kemiskinan dan menaikkan tingkat desa-desa tertinggal. Mengentaskan kemiskinan dan kenaikan tingkat desa bukan hal yang mudah," ujarnya.

    Dalam arahannya tersebut, Menteri Eko meminta pendamping desa untuk detail menjalankan tugas sebagai pendamping. Ia juga meminta pendamping desa memperhatikan segala aspek dalam membantu mengembangkan desa.

    "Kegagalan dari program pemerintah di masa lalu karena setiap program tidak direncanakan dengan matang, tidak terintegrasi. Dalam kapasitas sebagai training of trainer, tanamkan bahwa dalam melakukan segala sesuatu itu harus dari hulu hingga hilir," ucapnya.

    Ia mengatakan dana desa hingga saat ini telah banyak membantu memenuhi kebutuhan infrastruktur desa. Ketersediaan infrastruktur tersebut akan membantu meningkatkan pertumbuhan ekonomi desa melalui inovasi-inovasi baru.

    "Sekarang, jalan desa sudah banyak yang terbangun. Memang tidak ada jalan tol, tidak ada trotoar. Ini butuh inovasi. Inovasi tidak bisa top down. Ada program PID (Program Inovasi Desa). Kita harapkan dengan ini akan tumbuh inovasi-inovasi baru sehingga masyarakat bisa rasakan manfaatnya supaya tidak terpaku," ujarnya.

    Terkait dengan hal itu, ia mengakui beban dan tanggung jawab pendamping desa dalam hal ini sangat besar. Untuk itu, dibutuhkan panggilan hati dari semua pendamping desa untuk bersama-sama mengentaskan kemiskinan di desa. "Gaji pendamping desa itu kecil, tapi bebannya besar. Jadi butuh pendamping yang memiliki panggilan hati," katanya.

    Kegiatan ini diselenggarakan Direktorat Jenderal Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, dari 2-7 Juli 2018 dan dihadiri 351 peserta dari berbagai daerah. (*)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rincian Pasal-Pasal yang Diduga Bermasalah di Revisi UU KPK

    Banyak pasal dalam perubahan kedua Undang-Undang Komisi Pemberantasan Korupsi, atau Revisi UU KPK, yang disahkan DPR, berpotensi melemahkan KPK.