Polisi Umumkan Hasil Otopsi Brigadir Sinton yang Tewas di Papua

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga turun dari bus dievakuasi dari desa-desa yang diduduki oleh kelompok kriminal bersenjata (KKB), di dekat tambang tembaga Grasberg yang dioperasikan oleh Freeport McMoRan Inc, di Timika, Mimika, Papua, 20 November 2017. Ratusan warga dievakuasi ke tempat yang aman pasca kontak senjata antara KKB dan TNI/Polri. REUTERS / Muhammad Yamin

    Warga turun dari bus dievakuasi dari desa-desa yang diduduki oleh kelompok kriminal bersenjata (KKB), di dekat tambang tembaga Grasberg yang dioperasikan oleh Freeport McMoRan Inc, di Timika, Mimika, Papua, 20 November 2017. Ratusan warga dievakuasi ke tempat yang aman pasca kontak senjata antara KKB dan TNI/Polri. REUTERS / Muhammad Yamin

    TEMPO.CO, Jakarta - Polisi telah menerima hasil otopsi terhadap jenazah Brigadir Sinton Kabarek yang ditemukan tewas di sekitar Kali Douw, Kabupaten Tolikara, Papua pada 1 Juli 2018. Hasil otopsi menemukan luka tembak di bagian kaki jenazah polisi itu. 

    "Selain itu banyak ditemukan lumpur di seluruh pernafasan, sehingga meninggalnya karena buntunya saluran pernafasan," ujar Kepala Kepolisian RI Jenderal Tito Karnavian di Markas Besar Polri, Jakarta Selatan, Selasa, 3 Juli 2018.

    Baca: 
    Kapolri Beri Kenaikan Pangkat Polisi yang ...
    2 Polisi Hilang seusai Penyerangan di Papua ...

    Jenazah Brigadir Sinton, kata Tito, dimakamkan hari ini. Rencananya pemakaman akan dipimpin oleh Kepala Kepolisian Papua Inspektur Jenderal Boy Rafli Amar.

    Jasad Brigadir Sinton ditemukan masyarakat sekitar 200 meter dari lokasi penghadangan dan penembakan oleh kelompok bersenjata pada Ahad, 1 Juli 2018 sekitar pukul 14.00. Warga melaporkannya ke Polsek Mamberamo Hulu, Kabupaten Mamberamo Raya.

    Laporan dari masyarakat melalui radio komunikasi ditanggapi Wakil Kapolres Puncak Jaya Kompol Andreas Tampubolon bersama 16 anggota ke lokasi dan membawa jenazah ke Polsek Mamberamo Hulu.

    Baca:
    Polisi Hilang Pasca-Pilkada Papua, Polda ...
    Di Papua, Daerah Rawan Kelompok Bersenjata ...

    Aksi penghadangan dan penembakan yang dilakukan oleh kelompok bersenjata terhadap rombongan personel pengamanan pemilihan kepala daerah atau pilkada wilayah Polres Puncak Jaya yang berjumlah sembilan orang. Tim pengaman pilkada dipimpin Ipda Jesayas Nusi bersama Kepala Distrik Torere Obaja Froare, dengan menggunakan dua perahu motor, Rabu sore 27 Juni 2018, sekitar pukul 16.00.

    Saat insiden terjadi, Froare tewas tertembak, sedangkan anggota polisi lainnya melompat ke kali yang merupakan bagian dari aliran Sungai Mamberamo. Tujuh anggota polisi berhasil menyelamatkan diri, sedangkan dua orang di antaranya dinyatakan meninggal yakni Ipda Nusi dan Brigadir Kabarek. Namun jasadnya tidak ditemukan, tim SAR baru menemukan satu dari dua jenazah anggota Polri yakni Brigpol Sinton.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kepolisian Menetapkan Empat Perusahaan Tersangka Kasus Karhutla

    Kepolisian sudah menetapkan 185 orang dan empat perusahaan sebagai tersangka karena diduga terlibat peristiwa kebakaran hutan dan lahan atau karhutla.