Kapolri Tito Benarkan Penangkapan DPO Kasus Korupsi 1MDB

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kepala Kepolisian RI Jenderal Tito Karnavian di Ruang Rupatama Markas Besar Polri, Jakarta Selatan, setelah memimpin upacara serah terima jabatan, Selasa, 3 Juli 2018. TEMPO/Andita Rahma

    Kepala Kepolisian RI Jenderal Tito Karnavian di Ruang Rupatama Markas Besar Polri, Jakarta Selatan, setelah memimpin upacara serah terima jabatan, Selasa, 3 Juli 2018. TEMPO/Andita Rahma

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Kepolisian RI Jenderal Tito Karnavian membenarkan telah membantu penangkapan Ketua UMNO Bagian Sungai Besar Datuk Seri Jamal Md Yunos yang masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) dalam kasus dugaan korupsi 1Malaysia Development Berhad atau 1MDB.

    "Kemarin sore sudah ditangkap. Kepala polisi Malaysia menghubungi saya, timnya memberi informasi terkait tentang yang bersangkutan," kata Tito di Markas Besar Polri, Jakarta Selatan, Selasa, 3 Juli 2018.

    Baca juga: Jho Low Mau Bantu Proses Investigasi Skandal Korupsi 1MDB

    Jamal, kata Tito, merupakan tersangka dan salah satu saksi kunci dalam kasus korupsi pengelolaan dana pemerintah (sovereign wealth fund) 1Malaysia Development Berhad (1MDB). Skandal pencucian uang itu diduga bernilai hingga US$4,5 miliar (Rp 63,8 triliun). "Yang bersangkutan meninggalkan Malaysia secara ilegal," ucap Tito.

    Polisi kemudian melakukan investigasi. Jamal dikabarkan meninggalkan Malaysia pada 13 Juni lalu. Ia ditangkap di Tebet, Jakarta Selatan dan saat ini telah mendekam sementara di Polda Metro Jaya. Rencananya, ia akan dideportasi hari ini atau besok.

    "Saya sudah sampaikan ke Polis Diraja Malaysia akan dilakukan deportasi. Kemungkinan hari ini atau besok," ujar Tito.

    Kasus korupsi pengelolaan dana pemerintah (sovereign wealth fund) 1Malaysia Development Berhad (1MDB) tersebut diduga melibatkan mantan Perdana Menteri Malaysia Najib Razak.

    Perusahaan investasi milik negara Malaysia itu dibentuk oleh Najib tahun 2009, dan ia mengepalai dewan penasehat 1MDB sampai tahun 2016. 1MDB berfokus pada proyek-proyek pembangunan strategis di bidang energi, properti, pariwisata, dan agribisnis.

    Umumnya, sovereign wealth fund didanai oleh cadangan devisa bank sentral yang berasal dari surplus anggaran dan perdagangan, serta pendapatan dari ekspor sumber daya alam.

    Baca juga: Jho Low Buron, Mendagri Malaysia: Kami Punya Cukup Bukti Kuat

    Malaysia yang tidak memiliki dana yang cukup saat mendirikan 1MDB, akhirnya membuat pengelolanya menggalang dana dengan cara menjual obligasi dan melakukan usaha gabungan (joint venture) dengan pihak asing.

    Bankir muda Malaysia bernama Low Taek Jho atau dikenal dengan sebutan Jho Low, sahabat karib Riza Aziz yang merupakan anak tiri Najib, ikut membantu pembentukan 1MDB.

    Najib hingga kini masih membantah keterlibatannya dalam skandal tersebut.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.