Suap PUPR, KPK Tetapkan Direktur Sharleen Raya Jadi Tersangka

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan memberikan keterangan kepada media tentang penetapan tersangka baru terkait pengembangan suap R-APBD Pemprov Jambi di gedung KPK, Jakarta, 2 Februari 2018. KPK menetapkan Gubernur Jambi Zumi Zola Zulkifli bersama Plt Kadis PU Arfan. ANTARA

    Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan memberikan keterangan kepada media tentang penetapan tersangka baru terkait pengembangan suap R-APBD Pemprov Jambi di gedung KPK, Jakarta, 2 Februari 2018. KPK menetapkan Gubernur Jambi Zumi Zola Zulkifli bersama Plt Kadis PU Arfan. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Direktur dan Komisaris PT Sharleen Raya, Hong Arta John Alfred sebagai tersangka baru kasus suap di Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) pada Senin, 2 Juli 2018.

    "KPK menemukan bukti permulaan yang cukup untuk melakukan penyidikan baru dengan tersangka HA (Hong Arta) Direktur dan Komisaris PT SR (Sharleen Raya, JECO Group)," ujar Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan di kantornya pada Senin, 2 Juli 2018

    Baca: Bupati Halmahera Timur Didakwa Terima Suap Rp 6,3 Miliar

    Basaria mengatakan Hong Arta diduga telah secara bersama-sama memberi suap terkait program aspirasi pembangunan jalan dan jembatan di Maluku dan Maluku Utara tahun anggaran 2016.

    Baca: KPK Periksa Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dalam Kasus Suap PUPR

    Selain Hong Arta, KPK telah menetapkan 11 tersangka lain yang salah satunya adalah anggota Fraksi PKS DPR Yudi Widiana Adia. "Sebelumnya telah diproses lima orang anggota DPR, satu kepala badan, satu bupati, dan empat swasta," kata Basaria.

    Dalam kasus ini, Hong Arta disangkakan melanggar pasal 5 ayat 1 huruf a atau pasal 5 ayat 1 huruf b atau pasal 13 Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 Juncto Pasal 55 Ayat 1 KUHP.

    Baca: Terbukti Terima Suap, Hak Politik Yudi Widiana Dicabut


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Imam Nahrawi Diduga Terjerat Dana Hibah

    Perkara dugaan korupsi Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi bermula dari operasi tangkap tangan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi pada 18 Desembe