Kejar Kelompok Bersenjata di Papua, Polri Kirim Satu Kompi Brimob

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Polisi berjaga saat aksi memperingati hari Proklamasi Kemerdekaan Papua Barat di depan Istana Negara, Jakarta, Ahad, 1 Juli 2018. TEMPO/Muhammad Hidayat

    Polisi berjaga saat aksi memperingati hari Proklamasi Kemerdekaan Papua Barat di depan Istana Negara, Jakarta, Ahad, 1 Juli 2018. TEMPO/Muhammad Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepolisian RI mengirimkan satu kompi Brimob untuk mengejar kelompok bersenjata di Papua. Kelompok tersebut menjadi dalang dalam serangkaian peristiwa penembakan yang terjadi dalam sepekan kemarin.

    "Brimob kan sudah diperbantukan ke sana untuk mengejar, kalau tidak salah satu kompi (100 personel) sudah ke sana," kata Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Polri Inspektur Jenderal Setyo Wasisto di Markas Besar Polri, Jakarta Selatan, Senin, 2 Juli 2018.

    Baca: Kapolri Tito Sesalkan Insiden Penembakan di Papua

    Dalam pengejaran dan penangkapan kelompok bersenjata tersebut, kata Setyo, polisi telah mengerahkan berbagai upaya. Salah satunya adalah adanya dua tim untuk menangkap para pelaku.

    "Dari Polres puncak jaya kemarin sudah menurunkan dua tim. Satu tim menyusur hutan dan satu tim dengan pesawat twin otter kecil terbang ke sungai mamberamo cukup besar, kendalanya arus kuat," kata Setyo. Namun sampai sekarang pihaknya belum mendapatkan informasi lain karena kendala komunikasi.

    Selain itu, anggota yang ditugaskan untuk mengejar pelaku dilengkapi dengan body system guna menghindari jatuh korban. Bahkan, TNI ikut turun tangan membantu polisi.

    Baca: Kapolri Beri Kenaikan Pangkat Polisi yang Gugur di Papua

    Setyo mengakui bahwa kelompok ini sulit untuk dideteksi. Medan yang berat di puncak Jaya juga menjadi salah satu alasannya. Namun ia memastikan Polri akan melindungi masyarakat Papua dari serangan kelompok bersenjata. "Mereka lihat kami tapi kami tidak lihat mereka. Artinya kami tidak tau dari mana tiba-tiba mereka menyerang," kata dia.

    Sebelum pilkada 2018, kelompok bersenjata melakukan penembakan terhadap pesawat Trigana Air di Bandara Kenyam, Kabupaten Nduga, Papua pada 25 Juni 2018. Pesawat tersebut mengangkut logistik Pilkada dan 15 personel Brimob Polri.

    Dalam peristiwa tersebut, kelompok tersebut menembaki warga di sekitar Bandara Kenyam dan menewaskan tiga warga sipil serta satu anak terluka. Aksi tersebut telah mengakibatkan ditundanya pelaksanaan pemungutan suara di Kabupaten Nduga.

    Penembakan kembali terjadi di sekitar Bandara Nduga pada Rabu, 27 Juni 2018. Kelompok bersenjata melakukan penembakan tak terarah. Tidak ada korban jiwa pada peristiwa tersebut. Masih di hari yang sama, kelompok bersenjata menembaki warga dan aparat di Distrik Torere, Kabupaten Puncak Jaya. Satu anggota Polri dan kepala distrik yang membawa surat suara tewas ditembak. Satu lainnya masih dalam pencarian.

    Baca: Seorang Polisi yang Hilang di Papua Ditemukan Tewas


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rincian Pasal-Pasal yang Diduga Bermasalah di Revisi UU KPK

    Banyak pasal dalam perubahan kedua Undang-Undang Komisi Pemberantasan Korupsi, atau Revisi UU KPK, yang disahkan DPR, berpotensi melemahkan KPK.