Selasa, 14 Agustus 2018

PKS: Pengaruh Gerakan #2019GantiPresiden Sudah Diakui

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ribuan orang mengikuti gerak jalan #2019GantiPresiden di Solo, Jawa Tengah, Ahad, 1 Juli 2018. TEMPO/Ahmad Rafiq

    Ribuan orang mengikuti gerak jalan #2019GantiPresiden di Solo, Jawa Tengah, Ahad, 1 Juli 2018. TEMPO/Ahmad Rafiq

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sohibul Iman mengapresiasi pernyataan calon wakil gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi yang menyatakan gerakan #2019GantiPresiden mempengaruhi pemilihan kepala daerah (Pilkada) di Jawa Barat.

    "Terima kasih kalau sudah ada pengakuan dari sana. Kemarin-kemarin kan tidak diakui," kata Sohibul di DPP PKS, Jakarta, Senin, 2 Juli 2018.

    Baca: Dedi Mulyadi: Suara Kami Tergerus Isu #2019GantiPresiden

    Dedi Mulyadi sebelumnya menyatakan gerakan #2019GantiPresiden telah menggerus suara masyarakat untuknya. Berdasarkan hasil perhitungan cepat sejumlah lembaga survei, pasangan Deddy Mizwar dan Dedi Mulyadi berada di urutan ketiga dari empat pasangan calon yang maju.

    "Saya sudah sampaikan bahwa #2019GantiPresiden itu sangat mempengaruhi terhadap perolehan suara di Pemilihan Gubernur Jawa Barat," ujar Dedi di Kantor DPP Partai Golkar.

    Dia mengaku sudah menduga sejak lama bahwa kemunculan kaos #2019GantiPresiden akan membuat kelompok yang tidak mendukung Presiden Joko Widodo di Pilpres mendatang memberikan suaranya kepada pasangan calon Sudrajat dan Syaikhu yang diusung PKS.

    Baca: Kata Panitia Soal Aksi #2019GantiPresiden di Depan Gerai Markobar

    Menanggapi pertanyaan itu, Sohibul menilai Dedi sudah merasa waspada dengan gerakan PKS. Dia menduga Dedi sudah berpesan kepada pendukung Jokowi jangan main-main dengan gerakan tersebut. "Saya kira itu pernyataan yang lahir dari kenyataan lapangan dan menurut saya sahih itu," katanya.

    Sohibul Iman mengatakan tagar #2019GantiPresiden akan terus digaungkan hingga gelaran pemilihan umum tahun depan. "Tagar itu kan temanya ganti presiden. Tentu akan sampai dengan 2019, bukan untuk pilkada saja," katanya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Greysia Polii dan Apriani Rahayu Ingin Sejarah Baru di 2018

    Setelah Nitya Krishinda cedera, pasangan atlet bulu tangkis ganda putri Greysia Polii dan Apriani Rahayu menjadi unggulan di Asian Games 2018 nanti.