Golkar Akan Bertemu PKB Bahas Koalisi di Pilpres 2019

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Umum DPP Partai Golkar Airlangga Hartarto (tengah) bersama Ketua DPR Bambang Soesatyo (kanan) menyampaikan keterangan pers setelah memantau hasil hitung cepat (<i>quick count</i>) pilkada serentak di 171 daerah di gedung DPD Partai Golkar DKI Jakarta, Rabu, 27 Juni 2018. Partai Golkar mengklaim target perolehan suara 56 persen dalam pilkada serentak 2018 telah tercapai. TEMPO/Imam Sukamto

    Ketua Umum DPP Partai Golkar Airlangga Hartarto (tengah) bersama Ketua DPR Bambang Soesatyo (kanan) menyampaikan keterangan pers setelah memantau hasil hitung cepat (quick count) pilkada serentak di 171 daerah di gedung DPD Partai Golkar DKI Jakarta, Rabu, 27 Juni 2018. Partai Golkar mengklaim target perolehan suara 56 persen dalam pilkada serentak 2018 telah tercapai. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto mengatakan partainya akan segera bertemu dengan pengurus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) untuk membahas soal koalisi di pemilihan presiden (pilpres) 2019.

    "Kami akan bertemu hari rabu besok dengan PKB," ujar Airlangga saat ditemui Tempo di kantor DPP Partai Golkar, Kemanggisan, Jakarta Barat pada Senin, 2 Juli 2018.

    Baca: Tak Bisa Jadi Wapres Lagi, JK Diyakini Tetap Akan Dukung Jokowi

    Airlangga mengatakan setelah pertemuan tersebut, koalisi pendukung calon presiden inkumben Presiden Joko Widodo atau Jokowi akan segera membahas calon wakil presiden untuk Jokowi.

    Sejauh ini, baru Presiden Joko Widodo atau Jokowi yang mendeklarasikan diri akan kembali maju di pilpres. Jokowi telah mengantongi dukungan dari PDI Perjuangan, Partai NasDem, Partai Golkar, Partai Persatuan Pembangunan (PPP), dan Partai Hanura.

    Baca: Golkar Tetap Loyal Meski Airlangga Hartarto Bukan Cawapres Jokowi

    Jokowi diperkirakan kembali berhadapan dengan Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto, yang juga berpeluang mendapat dukungan dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Sementara Partai Demokrat yang mengklaim diri sebagai partai tengah, sampai saat ini masih berupaya menjajaki kemungkinan membentuk poros ketiga.

    Adapun Partai Amanat Nasional (PAN) dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) belum menentukan arah koalisi di Pilpres 2019. Sekretaris Jenderal PPP Arsul Sani mengingatkan agar partai tidak terlambat bergabung dengan koalisi Jokowi untuk mempersiapkan Pilpres 2019. "Kalau ada yang bergabung belakangan berarti kehilangan momentum untuk membahas kriteria dan kandidat pendamping Jokowi," ujarnya.

    Baca: Klaim Banyak Menang di Pilkada, Golkar Optimistis Hadapi Pilpres


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.