Kemensos Beri Bantuan Rp 1 Miliar untuk Korban Banjir Banyuwangi

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Endapan lumpur dan material yang tersisa di lokasi terdampak banjir bandang di Desa Alas Malang, Banyuwangi, Jawa Timur, Minggu, 24 Juni 2018. Banjir bandang terjadi pada Jumat pagi, 22 Juni 2018. ANTARA/Zabur Karuru

    Endapan lumpur dan material yang tersisa di lokasi terdampak banjir bandang di Desa Alas Malang, Banyuwangi, Jawa Timur, Minggu, 24 Juni 2018. Banjir bandang terjadi pada Jumat pagi, 22 Juni 2018. ANTARA/Zabur Karuru

    TEMPO.CO, Lumajang - Kementerian Sosial ikut membantu penanganan pasca banjir di Desa Alasmalang, Kecamatan Singojuruh, Banyuwangi. ”Kami ingin bersama-sama ikut membantu para warga yang terdampak banjir. Kami bantu kebutuhan pangan, sandang, maupun papannya,” kata Direktur Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial Kementerian Sosial, Harry Hikmat, Senin, 2 Juli 2018.

    Harry menjelaskan, Kemensos telah menurunkan bantuan untuk korban banjir di Banyuwangi bersinergi dengan Dinsos Provinsi Jatim, dan Dinsos Banyuwangi. Mulai dari penyiapan dapur umum, hingga bantuan logistik dan perlengkapan. ”Kami sudah kirim bantuan logistik Rp 489 juta. Juga ada bantuan perlengkapan Rp 663 juta," katanya.

    Baca: Banjir Bandang Terjang Tiga Wilayah di Sulawesi Tenggara

    Jika ada alat yang kurang, Harry mengatakan pihaknya akan menambah agar pembersihan lokasi dan rumah-rumah warga segera rampung. "Bahkan, kami siap bantu untuk isi kebutuhan dasar terkait isi hunian rumah,” imbuhnya.

    Harry juga mengapresiasi kebijakan Bupati Banyuwangi yang tanggap bencana dengan menerbitkan Surat Pernyataan Tanggap Darurat Bencana secara cepat. Sejak banjir terjadi pada 22 Juni, surat itu telah diterbitkan pada 23 Juni. Selain itu, ketanggapan ribuan warga dan ratusan relawan Banyuwangi yang kompak dan responsif membantu penanganan banjir bandang mendapat acungan jempol dari Harry.

    “Ini menunjukkan kalau warga Banyuwangi kompak, semua saling bantu menangani banjir ini,” puji Harry.

    Sementara itu, Bupati Azwar Anas berterima kasih kepada Kemensos yang memberi perhatian pada warga terdampak banjir Banyuwangi. ”Komitmen pemerintah pusat luar biasa untuk membantu daerah. Gotong royong semua pihak, dari pusat, provinsi, kabupaten, hingga seluruh relawan luar biasa. Saya atas nama masyarakat Banyuwangi sungguh berterima kasih,” ujar Bupati Anas melalui siaran persnya, Senin, 2 Juli 2018.

    Baca: Pusat Vulkanologi: Banjir Bandang Banyuwangi Murni Peristiwa Alam

    Anas menambahkan, Pemkab Banyuwangi telah mengucurkan dana sedikitnya Rp1,2 miliar untuk kegiatan penanganan banjir. “Kami akan melihat progress di lapangan, tidak menutup kemungkinan anggaran itu ditambah,” ujarnya. Anggaran itu digunakan untuk kegiatan seperti pengerukan dan pengangkutan lumpur, normalisasi jaringan air dan drainase, penyediaan air bersih, dan pendirian dapur umum.

    Saat ini, penanganan pasca banjir terus dilakukan. Progress pekerjaan pengerukan dan pengangkutan material lumpur pasir di jalan utama telah mencapai 75 persen dari target pekerjaan.

    “Lebih dari 90 persen lumpur sudah berhasil dibersihkan. Dari 428 rumah yang kemasukan lumpur, tersisa hanya 20 rumah yang belum bisa ditempati. Pekerjaan normalisasi drainase dan jaringan irigasi juga terus dikerjakan,” imbuh Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banyuwangi Fajar Suasana.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rincian Pasal-Pasal yang Diduga Bermasalah di Revisi UU KPK

    Banyak pasal dalam perubahan kedua Undang-Undang Komisi Pemberantasan Korupsi, atau Revisi UU KPK, yang disahkan DPR, berpotensi melemahkan KPK.