Selasa, 17 September 2019

Pencarian KM Sinar Bangun akan Dihentikan Selasa Besok

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Keluarga korban tenggelamnya KM Sinar Bangun bersama warga mengikuti doa lintas agama di dermaga Tigaras, Danau Toba, Simalungun, Sumatera Utara, Ahad, 1 Juli 2018. Dalam video dan foto yang dirilis Basarnas, terlihat jasad korban ditemukan di kedalaman 450 meter, sejauh 4,3 kilometer ke arah barat daya Pelabuhan Tigaras. ANTARA/Sigid Kurniawan.

    Keluarga korban tenggelamnya KM Sinar Bangun bersama warga mengikuti doa lintas agama di dermaga Tigaras, Danau Toba, Simalungun, Sumatera Utara, Ahad, 1 Juli 2018. Dalam video dan foto yang dirilis Basarnas, terlihat jasad korban ditemukan di kedalaman 450 meter, sejauh 4,3 kilometer ke arah barat daya Pelabuhan Tigaras. ANTARA/Sigid Kurniawan.

    TEMPO.CO, Medan - Pencarian korban dan bangkai KM Sinar Bangun yang karam di Danau Toba akan berakhir Selasa, 3 Juli 2018. "Besok hari ke 16 dan akan menjadi hari terakhir pencarian," kata Kepala Kantor SAR Medan, Budiawan, Senin, 2 Juli 2018.

    Budiawan menjelaskan keputusan itu diambil setelah Tim SAR Gabungan bermusyawarah dengan keluarga korban. Dimotori oleh Bupati Simalungun, JR Saragih, keluarga korban bersedia untuk mengikhlaskan para korban.

    Baca:
    Keluarga Korban KM Sinar Bangun Harap Kapal ...
    Korban KM Sinar Bangun Lama Muncul karena ...

    Budiawan mengatakan jika keputusan penghentian pencarian dilakukan setelah tiga kali perpanjanganan waktu pencarian. Hingga hari ke-15, hari ini, sebanyak 164 korban yang masih belum ditemukan oleh tim pencari.

    Hari ini, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Panjaitan, juga direncanakan turut hadir ke Danau Toba. Luhut akan memantau langsung proses evakuasi yang dilakukan oleh Tim SAR Gabungan. "Hari ini dan besok akan dilakukan tabur bunga untuk mengenang para korban," kata Budiawan.

    Baca:
    KM Sinar Bangun Karam Karena Karakter ...
    TNI Akan Pastikan Lokasi Karam KM Sinar Bangun

    Pencarian karamnya KM Sinar Bangun di perairan Danau Toba pada Senin, 18 Juni 2018 selama tujuh hari diperpanjang mulai 25 hingga 27 Juni 2018. Perpanjangan dilakukan pada 28-30 Juni 2018. Perpanjangan berikutnya pada 1 hingga 3 Juli 2018 besok, sekaligus menutup proses pencarian selama 16 hari.

    Ahli geologi Gagarin Sembiring yakin kecelakaan KM Sinar Bangun terjadi karena faktor karakteristik Danau Toba. “Kecelakan itu terjadi lebih karena faktor kesalahan manusia dan meterologi,” kata Pengurus Daerah Sumatera Utara Ikatan Ahli Geologi Indonesia itu, Jumat, 29 Juni 2018.

    Korban yang belum banyak muncul ke permukaan danau, kata Gagarin berkaitan dengan kedalaman Danau Toba. Dengan kedalaman yang diperkirakan mencapai 500 meter, jasad dan bangkai KM Sinar Bangun membutuhkan waktu yang lebih lama untuk dapat mengapung ke permukaan danau.

    Baca:
    Ini Muatan KM Sinar Bangun Saat Tenggelam
    KM Sinar Bangun Ditemukan, Basarnas Siapkan ...

    Meskipun dalam keadaan tanpa arus, naiknya jasad korban juga tidak dapat diprediksi. Apalagi selama ini, belum pernah ada simulasi berapa kecepatan turun dan naik suatu objek jika tenggelam dengan kedalaman hingga 500 meter di Danau Toba.

    “Jadi kita enggak bisa berharap korban ditemukan di atas.” Hal ini, kata Gagarin, bisa dijadikan pertimbangan untuk pencarian korban. Belum lagi jika kita bicara hipotesa yang lain, kalau sebenarnya KM Sinar Bangun kebetulan berada di dasar yang miring dan meluncur ke bawah. “Ini menyebabkan arus turbidit serta lumpur di permukaan itu.”


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Google Doodle, Memperingati Chrisye Pelantun Lilin-Lilin Kecil

    Jika Anda sempat membuka mesin pencari Google pada 16 September 2019, di halaman utama muncul gambar seorang pria memetik gitar. Pria itu Chrisye.