Gerindra Sebut Survei Pemilu adalah Kampanye Terselubung

Prabowo Subianto dalam acara Halal Bi Halal dengan kader Partai Gerindra di Palembang, Kamis, 21 Juni 2018. TEMPO/Ahmad Supardi

TEMPO.CO, Jakarta - Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Ahmad Muzani menuding survei elektabilitas dalam pemilihan umum (Pemilu) merupakan kampanye terselubung. Ia menilai hasil survei menghakimi tingkat elektabilitas seorang calon sebelum pemilihan sebenarnya berlangsung.

"Menurut saya ini mengganggu kebebasan rakyat untuk menentukan pilihannya dan bagian dari kampanye terselubung," kata Muzani di rumah dinasnya, Kemang, Jakarta Selatan pada Ahad, 1 Juli 2018.

Baca: Sebut Survei Pilkada Keliru, Gerindra Makin Yakin Usung Prabowo

Muzani mengatakan penghakiman lembaga survei dialami calon yang mereka dukung di Jawa Tengah dan Jawa Barat. Semua lembaga survei, kata dia, menyebut elektabilitas pasangan calon gubbernur yang diusung Gerindra di Jawa Tengah, Sudirman Said-Ida Fauziyah hanya sekitar 12 persen. Namun hasil hitung cepat atau quick count menunjukan pasangan ini mendapatkan suara yang jauh melebihi hasil survei. "Yang terjadi Dirman Said mencapai 40 persen lebih," kata Muzani.

Hal yang sama terjadi di Pilgub Jawa Barat. Pasangan Sudrajat-Ahmad Syaikhu, kata Muzani, diprediksi bakal mendapatkan suara nomor dua paling bawah. Tapi, hasil quick count menempatkan pasangan ini di posisi kedua perolehan suara terbanyak.

Baca: Diajak Gerindra Berkoalisi, Demokrat Pertimbangkan Hal Ini

Melihat dua hasil survei itu, Muzani mengaku bingung. Ia mempertanyakan bagaimana hasil survei bisa beda jauh dari quick count sementara survei dilakukan beberapa hari menjelang Pilkada. Lembaga survei juga mengklaim tingkat kesalahan dalam surveinya hanya 2 persen. "Sekarang saat sudah terjadi seperti ini, lembaga survei ngelesnya itu karena mesin partainya bergerak, ini kan enggak ada pertanggungjawaban ilmiahnya," kata dia.

Menurut Muzani, hasil survei itu laiknya menghukum dan meneror partai pendukung, calon peserta dan calon pemilih. Menurut dia, hal itu mengganggu kebebasan rakyat memilih dan bagian dari kampanye terselubung. "Maka itu, kami merasa diatur, dibingkai, diteror, termasuk dihukum, '(elektabilitas) lu hanya sekian persen," ujarnya.

Baca: Gerindra Tutup Peluang Usung Amien Rais Jadi Capres






Survei PDB: 83,8 Persen Warga Puas Kinerja Anies Baswedan-Riza Patria

4 jam lalu

Survei PDB: 83,8 Persen Warga Puas Kinerja Anies Baswedan-Riza Patria

Hasil survei telepolling dari Lembaga Pusat Data Bersatu (PDB) menunjukkan 83,8 persen warga Jakarta puas atas kinerja Anies Baswedan-Riza Patria


Soal Peluang Jadi Cawapres Prabowo atau Puan, Cak Imin: Nanti Kita Bicarakan Tuntas

1 hari lalu

Soal Peluang Jadi Cawapres Prabowo atau Puan, Cak Imin: Nanti Kita Bicarakan Tuntas

Saat ini, kata Cak Imin, koalisi yang dibangun antara Partai Gerindra dan PKB terus mengalir dan diisi dengan sejumlah aktivitas.


Wacana Duet Prabowo-Jokowi, Gerindra: Bagi Kami Ini Kehormatan

1 hari lalu

Wacana Duet Prabowo-Jokowi, Gerindra: Bagi Kami Ini Kehormatan

Sekjen Partai Gerindra Ahmad Muzani menyerahkan soal gugatan Sekber Prabowo-Jokowi kepada keputusan Mahkamah Konstitusi.


Partai Gerindra Ungkap Cak Imin Sosok Paling Potensial Jadi Wakil Prabowo

1 hari lalu

Partai Gerindra Ungkap Cak Imin Sosok Paling Potensial Jadi Wakil Prabowo

Muhaimin Iskandar alias Cak Imin, menjadi kandidat terkuat untuk mendampingi Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto, di Pilpres 2024


Jelang Pemilu 2024, Inilah 3 Parpol yang Saling Mengklaim sebagai Partai Wong Cilik

2 hari lalu

Jelang Pemilu 2024, Inilah 3 Parpol yang Saling Mengklaim sebagai Partai Wong Cilik

Menuju Pemilu 2024, setidaknya ada tiga parpol yang mengklaim sebagai partai wong cilik, Siapa saja mereka?


Tetap Usung Cak Imin Jadi Capres 2024, PKB: Mandat Muktamar Harga Mati

2 hari lalu

Tetap Usung Cak Imin Jadi Capres 2024, PKB: Mandat Muktamar Harga Mati

PKB menyebut mandat muktamar partai itu adalah mengusung Muhaimin Iskandar atau Cak Imin sebagai capres 2024.


Hari Kelahiran Rachmawati Soekarnoputri: Rachma dan Megawati, Adik Kakak Kerap Selisih Jalan

2 hari lalu

Hari Kelahiran Rachmawati Soekarnoputri: Rachma dan Megawati, Adik Kakak Kerap Selisih Jalan

Rachmawati Soekarnoputri kelahiran 27 September 1950. Dalam panggung politik ia kerap tak sepakat dengan Megawati, kakaknya.


Survei LSJ: PDIP Unggul dengan 22,8 Persen Disusul Gerindra, Demokrat Melejit ke Posisi Empat

2 hari lalu

Survei LSJ: PDIP Unggul dengan 22,8 Persen Disusul Gerindra, Demokrat Melejit ke Posisi Empat

PDIP memiliki elektabilitas tertinggi 22,8 persen disusul dengan Partai Gerindra dengan 16,9 persen. Kemudian Golkar dengan 10,3 persen.


PDIP dan PKB Klaim Partai Wong Cilik, Gerindra Juga Mengaku Sama

3 hari lalu

PDIP dan PKB Klaim Partai Wong Cilik, Gerindra Juga Mengaku Sama

Menurut Dasco, lumbung suara Ketua Umum Gerindra Prabowo yang digadang-gadang menjadi capres 2024 juga berasal dari petani dan nelayan.


Survei CSIS: Generasi Muda Ingin Pemimpin Jujur dan Bebas Korupsi di Pemilu 2024

3 hari lalu

Survei CSIS: Generasi Muda Ingin Pemimpin Jujur dan Bebas Korupsi di Pemilu 2024

CSIS merilis hasil survei terhadap keinginan generasi muda memiliki pemimpin jujur dan bebas korupsi pada pemilu 2024.