Diajak Gerindra Berkoalisi, Demokrat Pertimbangkan Hal Ini

Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono dan Ani Yudhoyono memberikan bingkisan kepada perwakilan kader wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya dalam acara Safari Ramadan dan Temu Kader Partai Demokrat di JCC Senayan, Jakarta, Sabtu, 9 Juni 2018. Tempo/Rezki Alvionitasari

TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Didi Irawadi Syamsuddin mengatakan partainya masih membuka peluang koalisi dengan siapa saja. Kendati begitu, ia memastikan Demokrat akan mengusung atau mendukung calon presiden dan calon wakil presiden yang jelas memberikan dampak elektoral.

"Andai nanti bisa mengusung atau hanya mendukung capres atau cawapres tertentu, harus jelas dampak elektoral kepada partai," kata Didi kepada Tempo pada Ahad, 1 Juli 2018.

Baca: Gerindra Ajak Partai Demokrat dan PKB Berkoalisi di Pilpres 2019

Didi sekaligus menanggapi pernyataan Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Ferry Juliantono. Ferry mengatakan Gerindra akan mengajak Partai Demokrat dan Partai Kebangkitan Bangsa membangun koalisi poros ketiga pada pemilihan presiden 2019.

Ferry mengklaim partainya berhasil menaikkan elektabilitas para kandidat yang diusung dalam pemilihan kepala daerah serentak 2018. Ia pun meyakini keberhasilan itu dapat menggaet Demokrat dan PKB.

Merujuk hasil survei, Didi menilai hanya partai-partai yang mengusung capres sendiri yang paling mendapat dampak elektoral. Menurut dia, saat ini semua partai sedang berhitung cermat ihwal keuntungan terbaik yang akan diperoleh dari setiap opsi. "Kalau tidak mendapat manfaat, apakah masih pantas untuk memaksakan diri ikut-ikut mendukung," ujarnya.

Baca: Sebut Survei Pilkada Keliru, Gerindra Makin Yakin Usung Prabowo

Didi mengatakan Demokrat belum memutuskan akan merapat ke poros Joko Widodo, Prabowo Subianto, atau berkukuh membentuk poros ketiga. Menurut dia, Demokrat masih menjalin komunikasi dengan semua partai.

Menurut Didi, partainya juga tengah berfokus menggerakkan kerja partai dari pusat hingga ranting. Para pengurus dan kader Demokrat pun masih berkonsentrasi memonitor penghitungan hasil pilkada serentak 2018.

Setelah itu, kata Didi, baru partai akan memutuskan arah koalisi. Ia mengatakan mayoritas kader masih menginginkan agar partai membentuk poros baru. "Nanti yang akan menentukan dan memutuskan adalah Majelis Tinggi Partai Demokrat," kata Didi.






AHY Sebut Lukas Enembe Sudah Empat Kali Terkena Stroke

11 jam lalu

AHY Sebut Lukas Enembe Sudah Empat Kali Terkena Stroke

AHY mengatakan telah bertemu dengan Lukas Enembe kemarin. Dia mengungkapkan kader Partai Demokrat itu telah terkena 4 kali serangan stroke.


NasDem Sebut Deklarasi Koalisi dan Capres Partai Itu Digelar 10 November 2022

14 jam lalu

NasDem Sebut Deklarasi Koalisi dan Capres Partai Itu Digelar 10 November 2022

Partai NasDem menyebut pengumuman koalisi dan calon presiden yang akan diusung partai itu akan dilakukan pada 10 November 2022.


Koalisi PKS, NasDem dan Demokrat Diprediksi Alot Tentukan Cawapres

17 jam lalu

Koalisi PKS, NasDem dan Demokrat Diprediksi Alot Tentukan Cawapres

PKS, NasDem dan Demokrat disebut bisa sepakat soal Anies Baswedan sebagai capres, tetapi alot dalam menentukan siapa pendampingnya.


Soal Peluang Anies Baswedan Jadi Capres, Ini Kata PKS

17 jam lalu

Soal Peluang Anies Baswedan Jadi Capres, Ini Kata PKS

PKS tak membantah soal nama Anies Baswedan yang akan mereka usung sebagai calon presiden bersama NasDem dan Demokrat.


NasDem 90 Persen Usung Anies Baswedan, Koalisi Diumumkan November Mendatang

18 jam lalu

NasDem 90 Persen Usung Anies Baswedan, Koalisi Diumumkan November Mendatang

Anies Baswedan disebut sebagai calon presiden yang paling berpeluang untuk diusung oleh koalisi NasDem, Demokrat dan PKS.


Soal Peluang Jadi Cawapres Prabowo atau Puan, Cak Imin: Nanti Kita Bicarakan Tuntas

1 hari lalu

Soal Peluang Jadi Cawapres Prabowo atau Puan, Cak Imin: Nanti Kita Bicarakan Tuntas

Saat ini, kata Cak Imin, koalisi yang dibangun antara Partai Gerindra dan PKB terus mengalir dan diisi dengan sejumlah aktivitas.


Wacana Duet Prabowo-Jokowi, Gerindra: Bagi Kami Ini Kehormatan

1 hari lalu

Wacana Duet Prabowo-Jokowi, Gerindra: Bagi Kami Ini Kehormatan

Sekjen Partai Gerindra Ahmad Muzani menyerahkan soal gugatan Sekber Prabowo-Jokowi kepada keputusan Mahkamah Konstitusi.


Partai Gerindra Ungkap Cak Imin Sosok Paling Potensial Jadi Wakil Prabowo

1 hari lalu

Partai Gerindra Ungkap Cak Imin Sosok Paling Potensial Jadi Wakil Prabowo

Muhaimin Iskandar alias Cak Imin, menjadi kandidat terkuat untuk mendampingi Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto, di Pilpres 2024


Jelang Pemilu 2024, Inilah 3 Parpol yang Saling Mengklaim sebagai Partai Wong Cilik

2 hari lalu

Jelang Pemilu 2024, Inilah 3 Parpol yang Saling Mengklaim sebagai Partai Wong Cilik

Menuju Pemilu 2024, setidaknya ada tiga parpol yang mengklaim sebagai partai wong cilik, Siapa saja mereka?


Tetap Usung Cak Imin Jadi Capres 2024, PKB: Mandat Muktamar Harga Mati

2 hari lalu

Tetap Usung Cak Imin Jadi Capres 2024, PKB: Mandat Muktamar Harga Mati

PKB menyebut mandat muktamar partai itu adalah mengusung Muhaimin Iskandar atau Cak Imin sebagai capres 2024.