JK Tak Bisa Jadi Cawapres Lagi, Akbar Tandjung: Bisa Nyapres

Reporter

Wakil Presiden Jusuf Kalla berbuka puasa bersama pengurus Dewan Masjid Indonesia (MDI) di Istana Wakil Presiden, Jakarta, 25 Mei 2018. Foto: Biro Pers Wakil Presiden

TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Ketua Dewan Kehormatan Partai Golkar Akbar Tandjung melihat peluang bagi Wakil Presiden Jusuf Kalla atau JK untuk mencalonkan diri sebagai calon presiden terbuka lebar.

"Secara perundang-undangan yang tidak boleh kan nyawapres. Kalau mau nyapres, peluang terbuka lebar," ujar Akbar Tandjung saat ditemui Tempo di Kompleks Parlemen, Senayan, pada Ahad, 1 Juni 2018.

Baca: Fadli Zon Sebut Jusuf Kalla Bisa Jadi King Maker di Pilpres 2019

Mahkamah Konstitusi (MK) sebelumnya telah menolak permohonan uji materi Pasal 169 Huruf n dan Pasal 227 Huruf i Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum soal masa jabatan wapres. Putusan MK tersebut membuat JK tak bisa mencalonkan diri kembali sebagai wakil presiden untuk ketiga kalinya.

Menurut Akbar, secara kapasitas JK tentu mumpuni karena sudah pernah dua kali menjabat sebagai wakil presiden. Dari segi peraturan perundang-undangan pun memperbolehkan. Hanya, kata Akbar, JK harus mempersiapkan diri untuk berhadapan dengan mantan atasannya, Presiden Joko Widodo atau Jokowi. "Sama dengan saat beliau berhadapan dengan SBY dulu, sebelumnya jadi wakil SBY. Ya tinggal bagaimana rakyat memilih," ujarnya.

Baca: Pertemuan JK-SBY Dinilai untuk Meredam Tensi Politik

Wacana pencapresan Jusuf Kalla berpasangan dengan Komandan Satuan Tugas Bersama Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) belakangan mencuat. Gagasan itu belakangan ini kerap diungkapkan oleh sejumlah politikus Partai Demokrat. Hal itu makin menguat seusai pertemuan JK dengan Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) baru-baru ini.

Namun, sejumlah pihak menilai JK akan kesulitan mengejar figur Presiden Joko Widodo dan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto yang lebih populer sebagai calon presiden. Salah satunya diungkapkan oleh Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Muhammad Romahurmuziy.

Menurut pria yang akrab disapa Romi itu, popularitas JK sebagai kandidat capres, bahkan tak lebih tinggi daripada mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo. "Saya kira beliau realistis, tapi kami menghormati kalau beliau memutuskan," ujar Romi di kantor DPP PPP, Jalan Diponegoro, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis, 28 Juni 2018.

Romi mengatakan wacana poros ketiga juga terhambat adanya ambang batas pencalonan presiden (presidential threshold). Syarat itu mengharuskan partai politik atau gabungan partai politik memiliki 20 persen suara di Dewan Perwakilan Rakyat atau 25 persen suara sah nasional hasil pemilihan umum sebelumnya.

Baca: Diajak AHY Jadi Cawapres 2019, Begini Reaksi JK






Beredar Foto Surya Paloh, Syaikhu, JK Bersama Anies Baswedan dan AHY

10 hari lalu

Beredar Foto Surya Paloh, Syaikhu, JK Bersama Anies Baswedan dan AHY

Anies Baswedan menyatakan siap maju sebagai calon presiden dalam Pemilu 2024.


Anies Baswedan Diskusi dengan Jenggala Center, Pakar: Matangkan Langkah Pilpres 2024

11 hari lalu

Anies Baswedan Diskusi dengan Jenggala Center, Pakar: Matangkan Langkah Pilpres 2024

Pengamat politik menilai JK bakal mendahulukan Anies Baswedan untuk dipersiapkan menjadi calon presiden. meski Partai Golkar mengusung Airlangga.


Anies Baswedan dan Yayasan Jusuf Kalla Gelar Diskusi Tertutup soal Pilpres 2024

11 hari lalu

Anies Baswedan dan Yayasan Jusuf Kalla Gelar Diskusi Tertutup soal Pilpres 2024

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menggelar diskusi tertutup membahas situasi politik jelang Pemilu 2024 bersama Jenggala Center, eks tim Jokowi-JK


Baharuddin Lopa Tak Sampai Sebulan sebagai Jaksa Agung Bikin Ngeri Koruptor

33 hari lalu

Baharuddin Lopa Tak Sampai Sebulan sebagai Jaksa Agung Bikin Ngeri Koruptor

Baharuddin Lopa Jaksa Agung RI sejak 6 Juni 2001 hingga wafatnya pada 3 Juli 2001. Lelaki asal Mandar ini pendekar hukum, berantas KKN di masanya.


JK Bilang Pembentukan Provinsi Baru di Papua untuk Percepat Layanan ke Masyarakat

29 Juni 2022

JK Bilang Pembentukan Provinsi Baru di Papua untuk Percepat Layanan ke Masyarakat

Menurut JK, Papua merupakan wilayah yang sangat luas, namun infrastruktur di daerah tersebut belum cukup memadai bagi masyarakat setempat.


JK Cerita Pesan ke Anies Baswedan untuk Tak Kampanye Kemana-mana

26 Juni 2022

JK Cerita Pesan ke Anies Baswedan untuk Tak Kampanye Kemana-mana

JK menilai terbuka peluang bagi Anies dilirik partai-partai untuk diusung menjadi calon presiden.


JK Prediksi Empat Poros di Pilpres 2024

26 Juni 2022

JK Prediksi Empat Poros di Pilpres 2024

JK menyebut nama-nama kandidat yang menurutnya berminat menjadi capres. Diperkirakan bakal melahirkan empat pasangan calon.


JK Kunjungi SBY di Cikeas Sambil Melihat-lihat Lukisan

23 Juni 2022

JK Kunjungi SBY di Cikeas Sambil Melihat-lihat Lukisan

SBY memperlihatkan sejumlah karya lukisnya kepada JK saat berkunjung. Keduanya juga bertukar pikiran soal masa depan bangsa.


JK Sebut 2022 Tahun Romantis dalam Politik Indonesia

16 Juni 2022

JK Sebut 2022 Tahun Romantis dalam Politik Indonesia

Jusuf Kalla alias JK mengatakan 2022 merupakan tahun politik yang sangat romantis karena partai-partai tengah mencari pasangan yang cocok untuk pemilu


JK Sebut Posisi PKS sebagai Oposisi Saat Ini Sangat Penting

29 Mei 2022

JK Sebut Posisi PKS sebagai Oposisi Saat Ini Sangat Penting

JK mengapresiasi tema milad yang diusung PKS bahwa perbedaan bukanlah masalah.