Penjabat Gubernur Jabar M. Iriawan: Saya Ingin Punya Kenangan

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penjabat Gubernur Jawa Barat H. Mochamad Iriawan ketika menghadiri pengajian rutin para Pejabat Eselon di lingkungan Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat di Masjid Al Muttaqin Gedung Sate, Bandung, Senin pagi, 25 Juni 2018.

    Penjabat Gubernur Jawa Barat H. Mochamad Iriawan ketika menghadiri pengajian rutin para Pejabat Eselon di lingkungan Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat di Masjid Al Muttaqin Gedung Sate, Bandung, Senin pagi, 25 Juni 2018.

    TEMPO.CO, Jakarta - Penjabat Gubernur Jawa Barat M. Iriawan mengatakan ada sejumlah program kerja yang ingin dilakukan selama tiga bulan menjabat. Ia mengatakan ketuga program prioritas itu adalah persiapan Asian Games, pembangunan infrastrukur di Jawa Barat, dan program Citarum Harum.

    Pria yang biasa disapa Iwan Bule ini mengatakan akan mendorong pengerjaan sejumlah infrastruktur di Jawa Barat seperti Pelabuhan Patimban dan kereta cepat Jakarta-Bandung agar berjalan lancar. “Saya ingin punya kenangan selama 3 bulan, namanya Iwan Bule memberikan yang terbaik untuk daerah asalnya,” kata dia di Kantor Tempo, Jumat, 29 Juni 2018.  

    Baca: SBY Duga M. Iriawan Geledah Rumah Deddy Mizwar

    Mantan Kepala Kepolisian Daerah Metro Jaya ini menuturkan akan melakukan persiapan dalam pelaksanaan kegiatan ibadah haji 2018, penanganan kemiskinan di Jawa Barat dan program bersih-bersih Sungai Citarum yang dikenal dengan program Citarum Harum. "Saya ingin memberikan kontribusi di Jawa Barat, Bumi Parahyangan yang sangat saya cintai," kata dia.

    Kementerian Dalam Negeri melantik Iriawan menjadi penjabat gubernur Jawa Barat pada 18 Juni 2018. Kementerian Dalam Negeri menunjuk M. Iriawan untuk menggantikan Ahmad Heryawan yang telah habis masa tugasnya pada 13 April 2018.

    Mantan Kepala Kepolisian Daerah Metro Jaya ini dilantik berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 106/P tahun 2018 Tanggal 8 Juni 2018. Dia akan menjabat sebagai gubernur Jawa barat selama 3 bulan.

    Simak: Penjelasan Pemprov Jawa Barat Soal Penggeledah Rumah Deddy Mizwar.

    Penunjukan Iriawan sebagai pejabat gubernur sempat menuai banyak protes. Protes muncul karena latar belakang Iriawan sebagai polisi dan isu netralitas aparat jelang Pilkada 2018.

    Wakil Ketua DPP Partai Gerindra Fadli Zon mengatakan pengangkatan Iriawan melanggar Undang-Undang Polri Pasal 28 Ayat 3 yang menyatakan anggota Polri harus mengundurkan diri sebelum menduduki jabatan sipil. Susul-menyusul fraksi Partai Demokrat, PKS, Gerindra dan PAN menyatakan akan mengajukan hak angket atas pelantikan Iriawan.

    Namun, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo mengatakan pengangkatan Iriawan tak menyalahi aturan. Tjahjo menyatakan meski masih polisi aktif, Iriawan sudah  tak menjabat jabatan struktural dalam Polri. Iriawan menjabat Sekretaris Umum Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhanas) saat dilantik menjadi penjabat gubernur.

    Baca juga: AHY Sebut Pengangkatan M. Iriawan Langgar Undang-Undang.

    M. Iriawan mengatakan pengangkatannya sebagai penjabat gubernur tak menyalahi aturan. Dia menepis kekhawatiran tidak netral selama pilkada. Dia mengatakan sudah mengingatkan jajaran pegawai di Jawa Barat supaya netral. “Saat apel pertama saya menekankan setiap aparat sipil negara harus netral,” kata Iriawan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.