Hasil Quick Count Pilkada, Wiranto Imbau Tim Paslon Tak Emosional

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto sesuai menerima kunjungan Duta Besar Australia di kantor Kemenko Polhukam, Senin, 4 Juni 2018. Tempo/Syafiul Hadi

    Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto sesuai menerima kunjungan Duta Besar Australia di kantor Kemenko Polhukam, Senin, 4 Juni 2018. Tempo/Syafiul Hadi

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan Wiranto memberi pesan kepada pasangan calon dan masyarakat dalam menghadapi penghitungan cepat atau quick count yang menyajikan hasil sementara sebelum penghitungan suara yang sah.

    "Kami imbau kepada para petugas untuk mengajak pasangan calon dan pendukungnya, tokoh-tokoh politik, dan tokoh-tokoh setempat untuk tidak selalu emosional, baik yang kalah maupun yang menang jangan terlalu emosional," kata Wiranto di Mabes Polri pada Rabu, 27 Juni 2018.

    Baca: Quick Count LSI Denny JA: Djarot Saiful Hidayat Kalah di Sumut

    Wiranto meminta pendukung calon yang menang untuk tidak terlalu tenggelam dalam euforia dan yang kalah jangan kecewa berlebihan. "Kita menjaga agar proses perhitungan selesai. Kita mengajak yang kalah dan yang menang menghadapi hasil dengan sikap-sikap yang baik, demokratis, dan ksatria," kata dia.

    Baca: Kalah Quick Count di Jawa, PDIP: Tunggu Rekapitulasi KPU

    Sejumlah lembaga survei telah selesai melakukan quick count pilkada 2018 di sejumlah provinsi. Di Jawa Barat versi hasil quick count Indobarometer, pasangan Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum mengungguli tiga pasangan lainnya. Di Jawa Tengah, Ganjar Pranowo-Taj Yasin mengungguli Sudirman Said-Ida Fauziyah.

    Jika ada yang tak sepakat dengan hasil pilkada, Wiranto meminta agar sengketa itu tidak diselesaikan di lapangan karena soal sengketa pilkada ada wilayah hukum yang tersedia. "Partai politik saya minta supaya tidak menyelesaikan sengketa-sengketa itu dengan cara fisik di lapangan," ujarnya.

    Simak hasil quick count pilkada 2018 di sini


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polusi Udara Pembunuh Diam-diam

    Perubahan iklim dan pencemaran udara menyebabkan lebih dari 12,6 juta kematian per tahun. Jumlah korban jiwa ini belum pernah terjadi sebelumnya.