Seusai Menyapa Khofifah, SBY Menelepon Edy Rahmayadi

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (kedua dari kiri), menelepon calon gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa yang sementara ini dinyatakan unggul berdasarkan hasil hitung cepat (quick count) internal partai dan sejumlah lembaga survei. TEMPO/Budiarti Utami Putri.

    Ketum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (kedua dari kiri), menelepon calon gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa yang sementara ini dinyatakan unggul berdasarkan hasil hitung cepat (quick count) internal partai dan sejumlah lembaga survei. TEMPO/Budiarti Utami Putri.

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menelepon calon Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi untuk mengucapkan selamat karena unggul dalam perolehan suara berdasarkan hitung cepat (quick count) sementara. SBY menghubungi Edy selang delapan menit setelah menelepon calon Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa.

    SBY mengatakan, dari pemantauan hasil hitung cepat sejumlah lembaga survei, Edy yang berpasangan dengan Musa Rajekshah atau Ijeck unggul dari pesaingnya, Djarot Saiful Hidayat-Sihar Sitorus.

    Baca: Telepon Khofifah, SBY Ucapkan Selamat dan Sampaikan Pesan

    "Jaraknya antara Pak Edy dengan Pak Djarot itu di atas sepuluh persen. Alhamdulillah ini sangat aman," kata SBY saat menelepon dari kantor DPP Partai Demokrat, Wisma Proklamasi, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu, 27 Juni 2018.

    SBY menelepon Edy menggunakan telepon seluler Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Hinca Panjaitan yang dipasang dalam mode loud speaker di ruangan kantor DPP yang dijadikan tempat pemantauan hasil hitung cepat. Komandan Satuan Tugas Bersama Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono, Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR Edhie Baskoro Yudhoyono, Ketua Divisi Advokasi dan Bantuan Hukum Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean, dan jajaran pengurus partai yang lain, ikut memantau perolehan suara di sana.

    Berdasarkan hasil hitung cepat Charta Politika, perolehan suara Edy-Ijeck sebanyak 59,61 persen, sedangkan Djarot-Sihar sebanyak 40,39 persen. Jika merujuk hasil hitung cepat Partai Demokrat, Edy-Ijeck sementara unggul di angka 69,51 persen, sedangkan Djarot-Sihar di angka 30,49 persen.

    Baca: Pantau Quick Count, NasDem: Ridwan Kamil, Ganjar, Khofifah Menang

    SBY menyampaikan pesan yang hampir sama untuk Edy dan Khofifah. Ia berpesan kepada keduanya untuk melakukan rekonsiliasi seusai kontestasi di pilkada ini.

    Kata SBY, Edy harus melakukan rekonsiliasi sebelum mulai membangun Sumatera Utara. "Semua rakyatnya, Pak Edy pimpin dengan baik, dengan adil, dengan demikian tekat memajukan Sumut akan dapat dukungan yang besar," kata Presiden ke-6 ini.

    Setelah menyampaikan pesannya, Ketua Umum Demokrat itu kembali mengucapkan selamat kepada Edy. "Pimpin Sumut sebaik-baiknya. Itu harapan kami, harapan masyarakat di Sumut," kata dia. Edy pun membalas dengan ucapan terima kasih. SBY kemudian menyerahkan telepon seluler kepada Hinca Panjaitan.

    Baca: SBY Kembali Singgung Netralitas BIN, TNI, Polisi di Pilkada

    Di pemilihan Gubernur Sumatera Utara 2018, Demokrat berkoalisi dengan Partai Gerindra, PKS, PAN, Nasdem, Hanura, dan Partai Golkar. Pilgub Sumatera Utara ini diikuti oleh 9,01 juta pemilih dari 13,53 juta jumlah penduduk.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.