PDIP dan Gerindra Berkoalisi di Pilkada, Fadli Zon: Kami Cocok

Reporter:
Editor:

Sunu Dyantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Ketua DPR RI Bidang Politik dan Keamanan, Fadli Zon saat memberikan sambutan kepada ribuan umat muslim yang hadir dalam perayaan Maulid Agung dan Reuni Alumni 212 di silang Monas, Jakarta, 2 Desember 2017. Tahun lalu, Aksi Bela Islam 212 digelar guna menuntut dijebloskannya Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama ke penjara lantaran dinilai melecehkan surat Al-Maidah ayat 51. Tempo/ Ilham Fikri

    Wakil Ketua DPR RI Bidang Politik dan Keamanan, Fadli Zon saat memberikan sambutan kepada ribuan umat muslim yang hadir dalam perayaan Maulid Agung dan Reuni Alumni 212 di silang Monas, Jakarta, 2 Desember 2017. Tahun lalu, Aksi Bela Islam 212 digelar guna menuntut dijebloskannya Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama ke penjara lantaran dinilai melecehkan surat Al-Maidah ayat 51. Tempo/ Ilham Fikri

    TEMPO.CO, Jakarta - Di beberapa pemilihan gubernur, bupati, dan wali kota pada pilkada serentak tahun 2018 ini, partai pemerintah berkoalisi dengan partai oposisi. Misalnya, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) berkoalisi dengan Partai Gerindra dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

    Koalisi ketiga partai ini salah satunya terjadi pada pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur. Bersama dengan Partai Kebangkitan Bangsa, PDIP, Gerindra, dan PKS mengusung pasangan Saifullah Yusuf dan Puti Guntur Soekarno. Pasangan ini bersaing dengan Khofifah Indar Parawansa dan Emil Dardak, yang didukung Partai Golkar, Partai NasDem, Partai Persatuan Pembangunan, Partai Demokrat, Partai Hanura, dan Partai Persatuan Pembangunan.

    Ketua Badan Pemenangan Pemilu PDIP Bambang D.H. mengatakan bergabungnya Gerindra membuktikan bahwa hubungan politik kedua partai tidaklah panas, seperti yang selama ini dipersepsikan masyarakat. "Politik ini sangat cair. Kami berkoalisi dengan banyak partai di berbagai daerah sesuai dengan kebutuhan," ucapnya, beberapa waktu lalu.

    Selain di pilkada Jawa Timur, koalisi tiga partai ini terjadi dalam pilkada Sulawesi Tenggara. Gerindra, PKS, dan PDIP bersama dengan Hanura dan PAN mengusung pasangan Asrun-Hugua.

    Bahkan di pilgub Papua, PDIP hanya berkoalisi dengan Gerindra untuk mengusung pasangan Jhon Wempi Wetipo-Habel Melkias Suwae melawan Lukas Enembe-Klemen Tinal, yang diusung Demokrat dan sejumlah partai lain. PDIP dan Gerindra juga berkoalisi dengan PPP, PKB, PAN, dan Hanura dalam pilkada Nusa Tenggara Barat. Koalisi partai ini mengusung pasangan Ahyar-Mori.

    Pada pilgub Maluku, Gerindra dan PDIP juga berkoalisi dengan memajukan pasangan calon yang sama. Didukung PPP, NaDdem, Hanura, PAN, PKB, dan PKPI, koalisi PDIP dan Gerindra mengusung pasangan calon Murad Ismail-Barnabas Ornoyang.

    Di pilgub Sulawesi Selatan, PDI P berkoalisi dengan PKS. Ditambah PAN, koalisi ini satu suara mengusung pasangan calon Nurdin Abdullah-Sudirman Sulaiman.

    Ketua Umum Gerindra Fadli Zon mengatakan koalisi partainya dengan PDIP di empat provinsi serta sejumlah kabupaten dan kota lantaran adanya kecocokan pada figur yang diusung. "Kami memiliki kecocokan pada figur yang diusung," ujarnya.

    TAUFIQ SIDDIQ


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Krakatau Steel di 7 BUMN yang Merugi Walaupun Disuntik Modal

    Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyoroti 7 BUMN yang tetap merugi walaupun sudah disuntik modal negara.