Minggu, 16 Desember 2018

Soal Koalisi di Pilpres, Partai Demokrat Tunggu Durian Runtuh

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Agus Harimurti Yudhoyono menyampaikan orasi berjudul Dengarkan Suara Rakyat di Jakarta Convention Center Senayan, Sabtu malam, 9 Juni 2018. Orasi ini disaksikan Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono beserta para kader Demokrat dari wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya. Tempo/Rezki Alvionitasari

    Agus Harimurti Yudhoyono menyampaikan orasi berjudul Dengarkan Suara Rakyat di Jakarta Convention Center Senayan, Sabtu malam, 9 Juni 2018. Orasi ini disaksikan Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono beserta para kader Demokrat dari wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya. Tempo/Rezki Alvionitasari

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Divisi Advokasi dan Hukum Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean mengatakan sampai saat ini partai besutan Presiden Keenam RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu masih berharap bisa membangun poros ketiga di Pemilihan Presiden atau Pilpres 2019. Demokrat, ujar Ferdinand, berharap ada 'durian runtuh' menjelang tahapan pendaftaran Pilpres 2018.

    Menurut Ferdinand, pertemuan antara SBY dengan mantan wakilnya, Jusuf Kalla kemarin merupakan salah satu bentuk penjajakan Demokrat melihat peluang-peluang koalisi. "Mereka bersilahturahmi, tentu ada juga kesepahaman-kesepahaman yang dibangun Pak SBY dengan Pak JK dalam pertemuan itu," ujar Ferdinand kepada Tempo di Jakarta pada Selasa malam, 26 Juni 2018.

    Baca juga: Demokrat Akui Ada Pembicaraan Internal JK Dipasangkan AHY

    Kepada Tempo, Ferdinand menjelaskan, Demokrat masih melihat kemungkinan Partai Golkar akan 'banting setir' jika Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto tidak dipilih oleh koalisi mendampingi Presiden Joko Widodo di Pilpres 2019. "Golkar kan bisa saja loncat kalau tidak dipilih wakil (presiden)," ujar Ferdinand.

    Menurut Ferdinand, meskipun saat ini Partai Golkar tegas menyatakan dukungannya kepada Jokowi, politik masih cair menjelang Agustus mendatang. "Kalau omongan tidak tertarik dengan koalisi lain, kan itu omongan sekarang," ujar Ferdinand sambil tertawa. "Kalau enggak dipilih 'kan lain cerita itu barang. Kita tunggu aja itu durian runtuh".

    Sampai saat ini, Partai Demokrat belum menentukan arah koalisinya di Pilpres 2019. Adapun koalisi kerakyatan yang dicetuskan SBY, sampai saat ini masih sebatas wacana. Demokrat masih berharap uji materi UU di Mahkamah Konstitusi terkait Presidensial Treshold 20 persen, disahkan menjadi 0 persen.

    Kemarin malam, 26 Juni 2018, Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) dan Ketua Umum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) bertemu di kediaman SBY, Patra Kuningan, Jakarta Selatan, Senin malam, 25 Juni 2018.

    Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Hinca Panjaitan tak menampik pertemuan keduanya membuka peluang terbentuknya koalisi alternatif dalam pemilihan presiden atau pilpres 2019.

    Baca juga: Nama Jokowi, JK, Prabowo, Gatot, dan CT di Bursa Partai Demokrat

    “Kemungkinan itu terbuka. Pertemuan silaturahmi Lebaran semalam tentu diharapkan berpeluang juga membentuk koalisi alternatif antara Golkar dan Demokrat untuk pilpres 2019 mendatang,” ujarnya melalui pesan singkat, Selasa, 26 Juni 2018.

    Menurut Hinca, Partai Demokrat berencana mengusung Kalla berpasangan dengan putra sulung SBY, Agus Harimurti Yudhoyono, dalam Pilpres 2019. "Mereka yang terus menjadi perbincangan publik belakangan ini, tapi nanti kami lihat perkembangannya dalam beberapa waktu ke depan," katanya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Serunya Adu Cuit Pendukung Jokowi Versus Prabowo di Jagat Twitter

    Di Twitter, perang cuit antara pendukung Jokowi - Ma'ruf Amin dengan Prabowo - Sandiaga tak kalah seru dengan "perat darat".