Diusulkan PKS Jadi Capres, Anies Baswedan: Saya Nonton Saja

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memimpin upacara peringatan HUT DKI Jakarta di Lapangan Monumen Nasional (Monas), Jakarta, Jumat, 22 Juni 2018. Anies tampil dengan baju adat Betawi dalam upacara HUT DKI Jakarta ke-491 itu. TEMPO/Muhammad Hidayat

    Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memimpin upacara peringatan HUT DKI Jakarta di Lapangan Monumen Nasional (Monas), Jakarta, Jumat, 22 Juni 2018. Anies tampil dengan baju adat Betawi dalam upacara HUT DKI Jakarta ke-491 itu. TEMPO/Muhammad Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan tidak mengetahui apapun ihwal wacana dari politikus PKS Hidayat Nur Wahid yang memasangkan dirinya dengan Ahmad Heryawan di Pemilihan Presiden atau Pilpres 2019.

    "Loh, kan sudah ada calonnya sekarang? Kalau sudah ada saya tinggal nonton aja," ujar Anies saat ditemui di Menteng, Jakarta Pusat, Selasa, 26 Juni 2018.

    Baca juga: Kelompok Ini Deklarasikan Anies Baswedan sebagai Capres di Yogya

    Anies, yang baru saja selesai makan siang dengan Sudirman Said, menolak berkomentar lebih lanjut soal hal tersebut. "Buat rame-rame aja itu, nanti aja saya komentarnya," kata dia.

    Sebelumnya, Presiden PKS Sohibul Iman tak menampik kemungkinan partainya akan mengusung Anies Baswedan dan mantan Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan atau Anies-Aher menjadi pasangan calon presiden dan wakil presiden pada pemilihan presiden 2019. Sohibul menjelaskan politik masih cair menjelang Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019.

    "Saya berharap kalau nanti itu terjadi, dia (Anies) adalah calon presiden dari Gerindra dan cawapres-nya (Aher) dari PKS," ujar Sohibul di kantor Dewan Pimpinan Pusat PKS pada Selasa, 26 Juni 2018.

    Baca juga: Saat Sudirman Said Makan Bareng Anies Baswedan di Warteg Menteng

    Sohibul menceritakan, wacana Anies Baswedan jadi calon presiden bermula dari pembicaraan biasa di kalangan kader PKS. "Mereka bilang, kalau Pak Anies mau cabut dari Gubernur DKI, sayang kalau cuma jadi cawapres, sekalian aja jadi capres," ujar Sohibul. "Sebab, dulu perjuangannya jadi Gubernur DKI kan susah,".

    Pembicaraan itu kemudian ditanggapi serius dan dianggap masuk akal. "Wajar saja disampaikan, tapi yang jelas keputusan PKS sebelumnya tetap mengajukan yang sembilan nama itu, nama Pak Anies enggak ada di situ," ujar Sohibul.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.