Mochamad Iriawan Minta Pejabat Eselon Pemda Provinsi Jabar untuk Kompak

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penjabat Gubernur Jawa Barat H. Mochamad Iriawan ketika menghadiri pengajian rutin para Pejabat Eselon di lingkungan Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat di Masjid Al Muttaqin Gedung Sate, Bandung, Senin pagi, 25 Juni 2018.

    Penjabat Gubernur Jawa Barat H. Mochamad Iriawan ketika menghadiri pengajian rutin para Pejabat Eselon di lingkungan Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat di Masjid Al Muttaqin Gedung Sate, Bandung, Senin pagi, 25 Juni 2018.

    INFO JABAR - Penjabat Gubernur Jawa Barat H. Mochamad Iriawan meminta agar semua Pejabat Eselon kompak dan bisa mendukungnya dalam bekerja. Permintaan itu dia sampaikan ketika menghadiri pengajian rutin para Pejabat Eselon di lingkungan Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat di Masjid Al Muttaqin Gedung Sate, Bandung, Senin pagi, 25 Juni 2018.

    "Ini yang pertama kali bagi saya (bertemu seluruh Pejabat Eselon Pemda Provinsi Jawa Barat) setelah saya dilantik menjadi Penjabat Gubernur Jawa Barat oleh Mendagri  atas nama Presiden RI," ujarnya.

    Iriawan mengatakan, dirinya tidak memiliki tujuan tertentu berada di Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat saat ini. Menjadi Penjabat Gubernur adalah amanah yang diberikan oleh negara kepadanya.

    "Mari kita kerja sama bekerja di Pemda Provinsi Jabar ini. Saya berada di sini (Pemda Provinsi Jabar) tidak ada tujuan lain. Saya tidak ada beban, stidak ada pamrih kepada siapa pun," ucap Iriawan.

    Kang Iwan Bule, sapaan Iriawan,  menuturkan bahwa dirinya ingin memanfaatkan waktu selama menjadi Penjabat Gubernur Jawa Barat secara maksimal. 

    "Saya ingin di waktu yang singkat ini, yang saya kerjakan bermanfaat bagi rakyat Jawa Barat di semua sektor. Saya tidak bisa bekerja sendiri, tentu didukung oleh semua pejabat yang ada," kata Iriawan. (*)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.