5 Pesan Presiden Jokowi untuk Penanganan Tragedi KM Sinar Bangun

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Keluarga penumpang KM Sinar Bangun menangis saat mendatangi posko Pelabuhan Tigaras, Simalungun, Sumatera Utara, Kamis, 21 Juni 2018. KM Sinar Bangun tenggelam dalam perjalanan dari Pelabuhan Simanindo, Samosir, menuju Pelabuhan Tiga Ras, Simalungun, Sumatera Utara, Senin, 18 Juni 2018.  ANTARA/Irsan Mulyadi

    Keluarga penumpang KM Sinar Bangun menangis saat mendatangi posko Pelabuhan Tigaras, Simalungun, Sumatera Utara, Kamis, 21 Juni 2018. KM Sinar Bangun tenggelam dalam perjalanan dari Pelabuhan Simanindo, Samosir, menuju Pelabuhan Tiga Ras, Simalungun, Sumatera Utara, Senin, 18 Juni 2018. ANTARA/Irsan Mulyadi

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Sosial Idrus Marham menemui keluarga korban tenggelamnya kapal kayu KM Sinar Bangun. Dalam kunjungannya, Idrus menyampaikan sejumlah pesan dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam penanganan kecelakaan kapal tersebut.

    Pesan pertama, yakni terkait upaya pencarian korban, pemerintah akan berusaha maksimal. Idrus mengatakan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Kepala Kepolisian RI Jenderal Tito Karnavian, Kepala Badan SAR Nasional (Basarnas) Marsekal Madya M Syaugi, dan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi telah bekerjasama mendatangkan peralatan yang bisa menjangkau kedalaman 2.000 meter.

    Baca: KM Sinar Bangun Ditemukan di Kedalaman 450 Meter Danau Toba

    "Kalau kita punya keyakinan kapal itu ketemu pasti orang-orang di kapal itu juga kita ketemukan apapun kondisinya," kata Idrus dalam keterangan tertulis yang diterima Tempo pada Ahad, 24 Juni 2018.

    Hari ini, tim gabungan Basarnas dan PT Mahakarya Geo Survey-Ikatan Alumni Institut Teknologi Bandung telah menemukan bangkai KM Sinar Bangun yang tenggelam di Danau Toba pada Senin, 18 Juni 2018. Bangkai kapal ditemukan di kedalaman 450 meter pada koordinat 2 derajat 47 menit 3.835 lintang utara dan 98 derajat 46 menit 10.767 bujur timur.

    Saat ini, tim pencari gabungan masih berupaya menemukan korban. Sejauh ini, tim mencatat ada 19 orang selamat dan tiga orang tewas atas nama Tri Suci Wulandari, 24 tahun, warga Aceh Tamiang; Fahriyanti (47), warga Kota Binjai; dan Indah Juita Saragih (22), warga Sidamanik. Kapal ini diperkirakan mengangkut sekitar 180-200 orang karena posko pengaduan telah menerima laporan 189 orang.

    Baca: Mensos Temui Keluarga Korban KM Sinar Bangun

    Pesan kedua Jokowi, kata Idrus, yakni agar keluarga korban juga diurus. Ia mengatakan Kementerian Sosial bersama TNI, Polri, Basarnas, dan pemerintah daerah Simalungun telah mendirikan dapur umum dan menyediakan mobil logistik untuk keluarga korban.

    Pemerintah juga akan menyantuni seluruh keluarga korban kapal yang diperkirakan mengangkut 180-200 penumpang itu. Menurut Idrus, santunan juga akan diberikan kepada korban yang selamat.

    Pesan Jokowi selanjutnya terkait penataan pengelolaan Danau Toba sebagai kawasan wisata. Jokowi, kata Idrus, berpesan agar infrastuktur yang ada terus dijaga dan dikelola sebaik-baiknya.

    Terakhir, kata Idrus, Jokowi mengatakan pemerintah akan menindak tegas pengusaha transportasi laut yang tidak disiplin terhadap aturan keamanan. "Bila perlu izinnya dicabut. Presiden tegas menekankan tidak boleh ada korban jiwa lagi," ujarnya.

    Baca: Data Sementara, Penumpang KM Sinar Bangun Diduga 206 Orang


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.