Kecelakaan Kapal Kembali Terjadi di Danau Toba, Tak Punya Lampu

Reporter:
Editor:

Untung Widyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Personel BNPB melakukan pencarian korban KM Sinar Bangun, yang tenggelam di Danau Toba, Simalungun, Sumatera Utara, Rabu, 20 Juni 2018. Kedalaman di lokasi kejadian tenggelamnya kapal tersebut mencapai 300-500 meter. ANTARA/Irsan Mulyadi

    Personel BNPB melakukan pencarian korban KM Sinar Bangun, yang tenggelam di Danau Toba, Simalungun, Sumatera Utara, Rabu, 20 Juni 2018. Kedalaman di lokasi kejadian tenggelamnya kapal tersebut mencapai 300-500 meter. ANTARA/Irsan Mulyadi

    TEMPO.CO, Jakarta – Kecelakaan kapal kembali terjadi di Danau Toba, Sumatera Utara pada Jumat, 22 Juni 2018 sekitar pukul 19.30.  Kapal Motor Ramos Risma Marisi yang membawa lima penumpang terdampar di kawasan Danau Toba, menyebabkan satu orang hilang.

    “Informasi lengkap bahwa yang selamat 4 orang dan 1 lagi belum ketemu. Nama Rahmat Dani dan untuk informasi, kapal bukan tenggelam namun terdampar, demikian untuk dilaporkan dan untuk lebih jelas akan kami laporkan,” kata Kepala Data dan Informasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho saat dikonfirmasi, Sabtu  23 Juni 2018.

    Baca juga: Sulit Cari Korban Kapal Tenggelam, Ini Kata Peneliti Danau Toba

    Sutopo menceritakan kecelakaan bermula saat KM Ramos Risma mengantar penumpang dari Pulau Sibandang ke dermaga Pelabuhan Nainggolan. Setelah mereka menurunkan penumpang, tersisa lima orang yakni nakhoda kapal, Jospendi Lumbanraja, rekannya Joifan Situmorang, Rahmad Dani, Sahat Simorangkir dan Jolom Sipayung.

    Kapal berlayar kembali ke Pulau Sibandang dengan kondisi tanpa lampu.

    Di tengah perjalanan, kata Sutopo, kapal menabrak bambu yang ada di tengah danau. Jospendi kemudian menyuruh dua rekannya, Joifan dan Rahmat Dani masuk ke dalam air melihat kipas kapal.  “Saat itu kondisi kapal sudah terdampar sampai pinggir danau.”

    Joifan dan Rahmat, kata Sutopo, berupaya mendorong kapal tersebut lebih ke pinggir danau. Namun, tiba tiba arus kencang membawa kapal dan kedua orang itu ke tengah danau. Joifan berhasil menyelamatkan diri berenang ke pinggir danau. Akan tetapi, menurut keterangan Joifan, Rahmat gagal menyelamatkan diri karena kelelahan.  “Yang empat selamat, satu lagi belum ketemu,” kata dia.

    Sebelumnya, kecelakaan kapal terjadi di Danau Toba pada Senin, 18 Juni 2018. KM Sinar Bangun yang membawa ratusan penumpang tenggelam di kawasan danau tersebut. Akibatnya, sekitar 184 korban masih dinyatakan hilang. (*)

    Lihat juga video: Ini Cara Anak Muda di Bukalapak Hadapi Kedatangan Raja Online Amazon.com

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Pemberantasan Rasuah Indonesia di Hari Antikorupsi Sedunia

    Wajah Indonesia dalam upaya pemberantasan rasuah membaik saat Hari Antikorupsi Sedunia 2019. Inilah gelap terang Indeks Persepsi Korupsi di tanah air.