Pemprov Jabar Dorong Percepatan Pembebasan Lahan Jalan Tol Bocimi

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ruas Tol Bogor-Ciawi-Sukabumi (Bocimi) seksi I dari Ciawi ke Cigomong, Bogor, Jawa Barat, siap dibuka sebagai jalur mudik lebaran 2018 mulai Jumat pagi, 8 Juni 2018. Tempo/Fajar Pebrianto

    Ruas Tol Bogor-Ciawi-Sukabumi (Bocimi) seksi I dari Ciawi ke Cigomong, Bogor, Jawa Barat, siap dibuka sebagai jalur mudik lebaran 2018 mulai Jumat pagi, 8 Juni 2018. Tempo/Fajar Pebrianto

    INFO JABAR - Pemerintah Provinsi Jawa Barat memastikan akan ikut mempercepat proses pembebasan lahan di seksi I dan II Jalan Tol Bogor-Ciawi-Sukabumi (Bocimi).

    "Kami akan turut mempercepat sejumlah proyek infrastruktur strategis nasional, salah satunya percepatan Jalan Tol Bocimi seksi I Ciawi-Cigombong, yang Agustus nanti ditargetkan rampung. Waktu empat bulan itu singkat, tapi saya punya skala prioritas,” kata Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Barat Moch. Iriawan, di Bandung, Kamis, 21 Juni 2018.

    Menurut dia, Jalan Tol Bocimi harus didorong percepatannya karena akses menuju Selatan Jawa Barat saat ini terkendala. Banyak keluhan pemudik yang disergap kemacetan panjang dari Sukabumi menuju Bogor. “Saya ingin ada percepatan Jalan Tol Bocimi, nanti kita lihat ke lapangan perkembangannya,” ujarnya.

    Sementara itu, Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat Iwa Karniwa memastikan urusan lahan harus menjadi perhatian penting, mengingat target seksi I sudah semakin dekat. Dia mencatat sebelum Hari Raya Idul Fitri, seksi I sepanjang 15 kilometer pembebasan lahannya masih tersisa di wilayah Kota Bogor dan Kabupaten Bogor.

    “Tinggal 0,50 persen yang belum bebas. Untuk lahan yang belum bebas, masih ada sekitar 26 bidang atau sekitar 8,716 meter persegi. Ini ada di Kota Bogor dan Kabupaten Bogor,” ucapnya.

    Dia memaparkan sejumlah persoalan yang belum tuntas, antara lain ada satu bidang lahan tumpang tindih, pemilik yang komplain soal luasan di satu bidang, hingga ada satu bidang yang mengembalikan uang ganti rugi, dan 10 bidang masih melakukan negoisasi. “Agustus seksi I ini dijadwalkan selesai, tapi capaian ini tergantung sisa pembebasan lahan,” tuturnya.

    Untuk mempercepat sisa lahan, dia sudah berkoordinasi dengan Kantor Wilayah Badan Pertahanan Nasional (BPN). Permohonan, terutama pada BPN Bogor yang diharapkan bisa turut mempercepat urusan ganti rugi di lapangan. “Kita akan koordinasikan lagi target Agustus, tapi kita berharap jalan tol ini bisa bergerak lebih cepat,” katanya.

    Pembangunan seksi I sendiri sudah mencapai 90,18 persen, di mana terjadi deviasi 0,47 persen dari target. Fisiknya saat ini tengah fokus membangun 39 buah jembatan underpass dan overpass, di mana sebanyak 33 jembatan sudah tuntas. “Yang masih berproses dibangun enam jembatan, empat di antaranya jembatan overpass. Selanjutnya, kita koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Sukabumi terkait dengan pembebasan lahan di seksi II dan III,” ucapnya.

    Lahan seksi II Cigombong-Cibadak progres pembebasan lahan sudah mencapai 60 persen, meski secara fisik lahan yang dibebaskan di seksi ini baru mencapai 20,63 persen atau 305 bidang dari rencana pembebasan sepanjang 1.160 bidang.

    Sementara di seksi III dan IV, saat ini tercatat masih belum bebas 100 persen dari kebutuhan 1.821 bidang. Iwa berharap, Sekretaris Daerah Sukabumi membantu sepenuhnya proses pembebasan lahan.

    Sebelumnya, Presiden Joko Widodo memastikan jika Jalan Tol Bocimi beroperasi maka kemacetan di ruas nasional akan bisa terjadi. Ruas Jalan Tol Ciawi-Cigombong ditargetkan selesai Juli selesai 2019 dan sampai Sukabumi selesai 2020. (*)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jokowi Beberkan RAPBN 2020, Tak Termasuk Pemindahan Ibu Kota

    Presiden Jokowi telah menyampaikan RAPBN 2020 di Sidang Tahunan MPR yang digelar pada 16 Agustus 2019. Berikut adalah garis besarnya.