Apel Perdana Usai Libur Lebaran, M. Iriawan: 99,2 Persen ASN Pemprov Jabar Hadir

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pj Gubernur Jabar M Iriawan melakukan apel pertama pasca libur idul fitri 1439 H di halaman kantor gubernur Jabar Gedung Sate, Jawa barat, Kamis, 21 Juni 2018. (dok Pemprov jabar)

    Pj Gubernur Jabar M Iriawan melakukan apel pertama pasca libur idul fitri 1439 H di halaman kantor gubernur Jabar Gedung Sate, Jawa barat, Kamis, 21 Juni 2018. (dok Pemprov jabar)

    INFO JABAR – Sebanyak 99,2 persen Aparatur Sipil Negara (ASN) Sekretariat Daerah Jawa Barat hadir pada apel pertama pasca libur Idul Fitri 1439 H. Apel langsung dipimpin Penjabat Gubernur Jawa Barat M. Iriawan yang juga menjadi apel perdananya setelah dilantik pada 18 Juni 2018.

    Apel yang digelar di halaman depan Gedung Sate ini dihadiri 837 ASN dari jumlah keseluruhan sebanyak 843 ASN. Ada enam orang ASN yang tidak hadir, tiga di antaranya izin sakit dengan terlampir surat dokter. Sedangkan dua orang lagi izin karena cuti belajar dan satu orang cuti bersalin.

    "Alhamdulillah tentunya ini membanggakan bagi saya bahwa ASN Sekretariat Daerah Jawa Barat berkomitmen untuk kerja maksimal, salah satu parameternya, ya, kehadiran ini," kata Iriawan, di Gedung Sate, Jawa Barat, Kamis, 21 Juni 2018.

    Di apel perdananya yang digelar di halaman depan Gedung Sate itu, Iriawan juga sempat memperkenalkan diri kepada ASN dan menceritakan perjalanan karier serta pengalamannya.

    Selain menyampaikan beberapa amanat khusus kepada ASN terkait dengan peningkatan kinerja, Iriawan juga sempat melakukan simulasi pelayanan kepada masyarakat bersama ASN. Iriawan ingin mereka terus berkomitmen untuk memberikan pelayanan prima pada masyarakat.

    "Beberapa hal khusus kami sampaikan juga kepada para ASN saat apel tadi, juga ada simulasi pelayanan kepada masyarakat karena kita berkomitmen untuk memberikan pelayanan prima," ujarnya.

    Salah satu agenda utama Iriawan dalam memimpin Jawa Barat tiga bulan ke depan, yaitu menyukseskan Pilkada serentak Jawa Barat. Karena itu, Iriawan memerintahkan kepada kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait untuk turut membantu menyukseskannya.

    "Saya juga memberikan perintah-perintah kepada staf saya, ada beberapa yang harus dilaksanakan khususnya saya menggaris bawahi yang berkaitan dengan Pilkada harus berlangsung aman, sukses, dan Luber," ujarnya.

    Terkait dengan netralitas ASN, Iriawan akan menindak tegas bagi siapa pun ASN yang kedapatan tidak netral. "Kalau ada yang melanggar akan ada sanksi tegas," ucapnya.

    Bahkan, Iriawan menyatakan siap dicopot jabatannya bila dia juga tidak netral pada Pilkada serentak 27 Juni mendatang.

    "Kita saling mengawasi, saya mengawasi ASN dan ASN mengawasi saya juga. Saya pun demikian, kalau saya melanggar silakan ASN Pemerintah Provinsi Jawa Barat duluan yang menurunkan jabatan saya sebagai Pj Gubernur, itu komitmen saya," tuturnya.

    Setelah apel, Iriawan didampingi sejumlah kepala OPD melakukan peninjauan ke Dinas Pendidikan dan Dinas PMPTSP Jawa Barat sekaligus silaturahmi halalbihalal. Dalam kunjungannya itu, Iriawan meminta untuk menyamakan persepsi dengan para kepala OPD dalam mempercepat dan efektivitas kerjanya.

    "Saya akan bergerak cepat tentu didukung staf sehingga target-target pembangunan yang dicita-citakan tercapai. Setelah ini kami juga akan lakukan Rapim dengan unsur OPD terkait," kata Iriawan. (*)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    RAPBN 2020, Ada 20 Persen untuk Pendidikan, 5 untuk Pendidikan

    Dalam RAPBN 2020, pembangunan Indonesia akan difokuskan pada peningkatan kualitas sumber daya manusia. Berikut besaran dan sasaran yang ingin dicapai.