KM Sinar Bangun Tenggelam, Seluruh Camat Diminta Sisir Danau Toba

Reporter:
Editor:

Fransisco Rosarians Enga Geken

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Anggota keluarga penumpang KM Sinar Bangun melihat daftar nama penumpang yang hilang di posko Pelabuhan Tigaras, Danau Toba, Simalungun, Sumatera Utara, Selasa, 19 Juni 2018. KM Sinar Bangun mengangkut 128 penumpang saat tenggelam di Danau Toba pada Senin, 18 Juni 2018. ANTARA/Irsan Mulyadi

    Anggota keluarga penumpang KM Sinar Bangun melihat daftar nama penumpang yang hilang di posko Pelabuhan Tigaras, Danau Toba, Simalungun, Sumatera Utara, Selasa, 19 Juni 2018. KM Sinar Bangun mengangkut 128 penumpang saat tenggelam di Danau Toba pada Senin, 18 Juni 2018. ANTARA/Irsan Mulyadi

    TEMPO.CO, Jakarta -Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Utara Riyadil Akhir Lubis meminta seluruh camat yang berada di tujuh kabupaten di sisi Danau Toba untuk ikut mencari para korban tenggelamnya Kapal Motor Sinar Bangun atau KM Sinar Bangun. Para camat ini diminta untuk mengecek kemungkinan korban yang hanyut ke pinggiran Danau Toba.

    "Karena dibawa angin, mereka (korban KM Sinar Bangun) bisa saja terseret arus," kata Riyaldil seperti dilansir ANTARA, Kamis, 21 Juni 2018.

    BACA JUGA:Kapal Tenggelam di Danau Toba, Jokowi: Kasus Ini Jangan Terulang

    Menurut dia, ada tujuh kabupaten yang memiliki wilayah di pinggiran Danau Toba yaitu Kabupaten Simalungun, Samosir, Toba Samosir, Tapanuli Utara, Humbang Hasundutan, Karo, dan Dairi. Para pejabat dan perangkat pemerintah daerah ini diharapkan mampu memberikan bantuan signifikan dengan penyusuran di sisi Danau.

    Riyaldil sendiri mengatakan, sebagian besar personil tim gabungan memang masih berfokus untuk mencari para korban di tengah danau. Mereka masih melakukan penyelaman di kedalaman dan penyisiran di muka perairan Danau Toba. Akan tetapi, kondisi cuaca dan cahaya di kedalaman danau menjadi kendala dalam pencarian korban.

    BACA JUGA: Menhub Sebut KM Sinar Bangun Berkapasitas 43 Penumpang

    Toh, menurut dia, tim gabungan pencari korban KM Sinar Bangun juga melakukan penyisiran di sisi Danau Toba. Hasilnya, tim tersebut berhasil menemukan dua jenazah korban KM Sinar Bangun di beberapa titik, kemarin. Jenazah pertama ditemukan di kawasan keramba jarung apung milik PT Japfa sekitar Pukul 07.00 WIB. Sedangkan jenzah lain ditemukan sekitar pukul 10.15 WIB di Kawasan Salbe.

    KM Sinar Bangun diduga mengangkut ratusan penumpang dan puluhan sepeda motor dalam perjalanan dari Pelabuhan Simanindo, Samosir menuju Pelabuhan Tiga Ras, Simalungung, Sumatera Utara. Sekitar 30 menit setelah mengangkat sauh, kapal dengan daya tampung 43-80 orang tersebut dihantam angin kencang dan ombak tinggi. Kapal kayu tersebut kemudian tenggelam karena sudah melebihi batas kapasitas.

    BACA JUGA: Besok, Basarnas: Korban KM Sinar Bangun Mulai Banyak Ditemukan

    Hingga saat ini, tim gabungan baru berhasil mengevakuasi 21 korban KM Sinar Bangun yang terdiri dari 18 orang selamat dan tiga orang meninggal dunia. Berdasarkan data laporan keluarga, jumlah penumpang KM Sinar Bangun diduga mencapai 206 orang.

    "Pencarian korban akan terus dilakukan. termasuk menurunkan prajurit marinir dengan alat pendeteksi logam yang menyelam hingga kedalaman 200 meter," kata Riyaldil.



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kerusuhan Manokwari, Bermula dari Malang Menjalar ke Sorong

    Pada 19 Agustus 2019, insiden Kerusuhan Manokwari menjalar ke Sorong. Berikut kilas balik insiden di Manokwari yang bermula dari Malang itu.