Bank bjb Kembalikan Dana Bergulir Tahap II kepada Pemprov Jabar

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (BJB), atau bank bjb, mengembalikan dana bergulir tahap II Kredit Cinta Rakyat (KCR) ke Pemerintah Provinsi Jawa Barat sebesar Rp 50 miliar pada Jumat, 8 Juni 2018 di Gedung Sate, Bandung. (Foto: Dok. Humas Pemprov Jawa Barat)

    PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (BJB), atau bank bjb, mengembalikan dana bergulir tahap II Kredit Cinta Rakyat (KCR) ke Pemerintah Provinsi Jawa Barat sebesar Rp 50 miliar pada Jumat, 8 Juni 2018 di Gedung Sate, Bandung. (Foto: Dok. Humas Pemprov Jawa Barat)

    INFO NASIONAL - Usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) merupakan sektor usaha produktif yang saat ini tetap menjadi penopang stabilitas ekonomi Indonesia. Dari tahun ke tahun jumlahnya terus meningkat, yang menjadi bukti jenis usaha ini masih menjadi primadona bagi masyarakat untuk mendapatkan penghasilan.

    Di sisi lain, berbagai tantangan besar terus dihadapi pelaku UMKM, bukan hanya terkait dengan permodalan, melainkan juga tantangan dalam hal mengelola usahanya. Kebijakan pemerintah dalam hal memberikan layanan kepada UMKM, salah satunya dengan mewajibkan setiap bank mengucurkan pembiayaan UMKM. Sejalan dengan hal tersebut, bank bjb mewujudkannya dengan menghadirkan berbagai produk layanan pembiayaan UMKM yang variatif dan suku bunga kompetitif. Per Maret 2018, kredit yang disalurkan bank bjb tumbuh sebesar 26 persen YoY atau setara dengan Rp 364 miliar dari total keseluruhan pembiayaan yang dilakukan bank bjb.

    Potensi tumbuh kembang UMKM di Jawa Barat sangat tinggi, terlebih lagi dengan telah diluncurkannya program penciptaan 100 ribu wirausaha baru oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang inline dengan program bank bjb. Sejak 2011, bank bjb pun bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam mengucurkan program pembiayaan bernama Kredit Cinta Rakyat atau KCR Jawa Barat.

    Penyaluran KCR dilaksanakan melalui lima tahapan dengan total Rp 385 miliar. Di mana, tahap I sebesar Rp 165 miliar telah dilakukan pengembalian oleh bank bjb kepada Pemerintah Provinsi Jawa Barat pada Desember 2016. Tahap II sebesar Rp 50 miliar yang pengembaliannya diselenggarakan pada Jumat, 8 Juni 2018. Tahap III akan berakhir pada Desember 2018 sebesar Rp 20 miliar, tahap IV akan berakhir pada September 2019, dan tahap V akan berakhir pada November 2020 sebesar Rp 50 miliar.

    Mengacu pada kerja sama penempatan dana bergulir oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat di bank bjb, di mana untuk tahap kedua telah berakhir, maka secara sistem dana tersebut telah dikreditkan ke rekening kas daerah Provinsi Jawa Barat pada 11 April 2018 dengan nilai yang utuh, yaitu sebesar Rp 50 miliar. Keberhasilan program ini tak terlepas dari kerja sama yang sangat baik antara Pemerintah Provinsi Jawa Barat, dewan legislatif, dan bank bjb, yang bersama-sama melakukan monitoring dan evaluasi terkait dengan implementasi program. Merujuk pada besarnya manfaat program ini terhadap UMKM Jawa Barat, diharapkan ke depan program ini tetap dapat berjalan.

    Program pembiayaan KCR mendapat sambutan sangat baik dari pelaku UMKM Jawa Barat. Hal ini ditandai dengan hingga akhir Maret 2018, dana KCR telah tersalur sebesar Rp 556.945.450.000. Dana ini dimanfaatkan dengan baik oleh 16.403 pelaku UMKM di Jawa Barat, dengan penyerapan tenaga kerja mencapai 37.832 orang.

    Dalam proses sosialisasi terkait produk KCR, bank bjb bekerja sama dengan organisasi perangkat daerah (OPD) di jajaran pemerintah provinsi serta kabupaten kota se-Jawa Barat, khususnya OPD yang menjadi penyelenggara program wirausaha baru. Selain itu, bank bjb juga menjalin kerja sama dengan berbagai organisasi berbasis UMKM yang ada di Provinsi Jawa Barat. Sehingga bank bjb optimistis program ini diketahui dan dipahami pelaku UMKM Jawa Barat.

    Langkah strategis lain dilakukan bank bjb, salah satunya dengan melakukan proses pelatihan dan pendampingan secara terus menerus melalui program pemberdayaan ekonomi masyarakat terpadu atau PESAT. Sehingga, permodalan yang diterima menjadi tepat guna dan berujung pada kesejahteraan UMKM. (*)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.