Jika Aman Abdurrahman Dihukum Mati, Pengamat: JAD Tetap Eksis

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gaya terdakwa terorisme Aman Abdurrahman saat menjalani sidang pembacaan pledoi di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, 25 Mei 2018. Sebelumnya, pemimpin Jamaah Ansharut Daulah (JAD) itu dituntut hukuman mati oleh jaksa dinilai melanggar Pasal 14 Jo 6 dan Pasal 14 Jo 7 UU No 15 Tahun 2003 tentang tindak pidana terorisme. TEMPO/Muhammad Hidayat

    Gaya terdakwa terorisme Aman Abdurrahman saat menjalani sidang pembacaan pledoi di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, 25 Mei 2018. Sebelumnya, pemimpin Jamaah Ansharut Daulah (JAD) itu dituntut hukuman mati oleh jaksa dinilai melanggar Pasal 14 Jo 6 dan Pasal 14 Jo 7 UU No 15 Tahun 2003 tentang tindak pidana terorisme. TEMPO/Muhammad Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Pengamat terorisme dari Certified Counter Terrorism Practitioner Board, Rakyan Adibrata, mengatakan, Jamaah Ansharut Daulah (JAD) akan tetap eksis meskipun hakim nantinya memvonis mati Aman Abdurrahman.  

    “Kematian satu orang yang mereka anggap sebagai pemimpin tidak akan berdampak pada organisasi. Karena mereka tidak membutuhkan satu pimpinan pusat untuk melakukan amaliah,” kata Rakyan saat dihubungi, Rabu 20 Juni 2018.

    Baca: Pesan Aman Abdurrahman Jelang Vonis

    Rakyan membandingkan JAD dengan Jamaah Islamiyah yang dipimpin Abu Bakar Baasyir. Ia mengatakan, di Jamaah Islamiah, komando dari pimpinan sangatlah kuat. “Komando dari pusat hingga bawah di JI punya pengaruh yang kuat, sedangkan di JAD lebih longgar,” kata dia.

    Menurut Rakyan, apabila hakim memvonis Aman hukuman mati, maka kelompok JAD akan merasa terzalimi. Hukuman mati malah akan memperkuat pandangan pengikut JAD bahwa pemerintah thagut dan bertentangan dengan ajaran mereka.

    Simak juga: Sangkal Jadi Dalang Teror, Pengacara Sebut Ini Dosa Aman Abdurrahman

    Aman merupakan pimpinan JAD, yaitu kelompok yang diduga berafiliasi dengan ISIS dan menjadi dalang aksi terorisme di Indonesia, salah satunya Bom Thamrin. Ridwan mengatakan, selain sebagai amir (pemimpin) dan ideolog dari kelompok tersebut.

    Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan akan menggelar sidang putusan Aman Jumat 22 Juni 2018 pukul 09.00. Sebelumnya, jaksa menuntut Aman hukuman mati karena terbukti menjadi dalang beberapa aksi teror seperti Bom Thamrin dan Kampung Melayu. Jaksa juga menilai Aman merupakan residivis yang membahayakan masyarakat.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.