Megawati dan Said Aqil Siradj Merayakan Haul Soekarno di Blitar

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri (kanan) didampingi Ketua Bidang Politik dan Keamanan (nonaktif) PDIP Puan Maharani, menyampaikan pidatonya dalam Penutupan Rakernas III PDIP di Sanur, Bali, 25 Februari 2018. Rakernas merekomendasikan kepada semua kadernya untuk mengamankan, menjaga dan menyukseskan keputusan Ketua Umum PDIP. ANTARA

    Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri (kanan) didampingi Ketua Bidang Politik dan Keamanan (nonaktif) PDIP Puan Maharani, menyampaikan pidatonya dalam Penutupan Rakernas III PDIP di Sanur, Bali, 25 Februari 2018. Rakernas merekomendasikan kepada semua kadernya untuk mengamankan, menjaga dan menyukseskan keputusan Ketua Umum PDIP. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden kelima RI Megawati Soekarnoputri bersama dengan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (NU) Said Aqil Siradk akan menghadiri perayaan puncak hari ulang tahun Soekarno di Kompleks Makam Bung Karno di Blitar, Jawa Timur, Rabu, 20 Juni 2018.

    Cucu Bung Karno, Puti Guntur Soekarno, yang saat ini maju sebagai calon wakil gubernur Jawa Timur, juga hadir. Puti maju mendampingi Saifullah Yusuf yang merupakan kader NU. Pasangan ini diusung oleh Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

    Baca juga: Kunjungi Rumah Kelahiran Bung Karno, Puti Guntur Soekarno Terharu

    Megawati mendarat di Bandara Abdurrachman Saleh, Malang, sebelum berangkat ke Blitar. Dia disambut jajaran petinggi DPP PDIP, seperti Sekretaris Jenderal Hasto Kristiyanto dan wakilnya, Ahmad Basarah.

    Sejumlah pejabat negara yang akan ikut merayakan haul Bung Karno juga ikut menyambut. Di antaranya adalah Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, Menteri PU dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, serta anggota DPR RI, Nusyirwan.

    Hasto menjelaskan perayaan haul Bung Karno ini adalah tradisi lama yang sudah hidup di masyarakat. Pada tahun lalu pun, perayaan sama dihadiri oleh Megawati dan Said Agil Siradj di tempat ini.

    Baca juga: Haul Bung Karno ke-46, Digelar Doa Lintas Agama

    Menurut dia, ‎dari seluruh dokumen sejarah perjuangan bangsa, kelompok nasionalis dan religius selalu berjalan bersama. Bahkan, NU merupakan salah satu titik kekuatan penopang NKRI yang berpancasila.

    "Di situlah titik ‎temunya dengan Soekarnois untuk membangun persahabatan dan gotong-royong untuk bangsa dan negara. Maka ini kami rayakan bersama-sama," kata Hasto seperti dalam keterangan tertulis yang diterima Tempo, Rabu, 20 Juni 2018.

    Ia mengatakan, ‎kekeluargaan terbangun dengan baik antara Soekarnois dan Nahdliyin. Dan hal itu tercermin juga dalam keterpaduan keduanya mengusung Gus Ipul-Puti Guntur Soekarno di Pilgub Jawa Timur.

    Baca: Resmikan Patung Sukarno, Tjahjo: Ada Indikasi Manipulasi Sejarah

    Bagi PDIP, kata dia, bergotong royong dengan kaum Nahdliyin sudah ditanamkan sejak awal. Hal itu bahkan diajarkan di sekolah partai PDIP, dan selalu diingatkan soal kerja sama dengan Nahdliyin dalam membangun bangsa ini.

    Keterpaduan ini, ujar Hasto, juga akan berkorelasi positif dalam memenangkan Presiden Joko Widodo dalam pemilihan presiden 2019. Apalagi dari survei, dukungan kuat masyarakat di Jawa Timur untuk kepemimpinan Jokowi tak terbantahkan.

    "Dan bagi kami, pasangan Saifulah Yusuf-Ibu Puti Guntur Soekarno ini adalah satu nafas untuk pilpres nanti. Kemenangan Gus Ipul dan Puti akan memperkuat pemenangan Pak Jokowi nanti," ujar Hasto.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tingkat Kepuasan Kinerja dan Catatan Baik Buruk 5 Tahun Jokowi

    Joko Widodo dilantik menjadi Presiden RI periode 2019 - 2024. Ada catatan penting yang perlu disimak ketika 5 tahun Jokowi memerintah bersama JK.