Ditanya Soal Pilpres, Gatot Nurmantyo: Kita Lihat Saja Nanti....

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Relawan Selendang Putih Nusantara resmi mendeklarasikan Gatot Nurmantyo menjadi Calon Presiden. Deklarasi dilakukan dengan seremoni pengalungan selendang putih di Menara Kompas, Jakarta.   23 April 2018. Dok. Relawan Selendang Putih Nusantara

    Relawan Selendang Putih Nusantara resmi mendeklarasikan Gatot Nurmantyo menjadi Calon Presiden. Deklarasi dilakukan dengan seremoni pengalungan selendang putih di Menara Kompas, Jakarta. 23 April 2018. Dok. Relawan Selendang Putih Nusantara

    TEMPO.CO, Jakarta - Mantan Panglima Tentara Indonesia Jenderal (Purnawirawan), Gatot Nurmantyo, berziarah ke makam keluarganya, yang tersebar di sejumlah wilayah Banyumas, Jawa Tengah.

    Saat ditemui wartawan setelah melaksanakan salat zuhur di Masjid Ajibarang, Banyumas, Gatot mengatakan akan melanjutkan perjalanan ke Solo seusai ziarah di Banyumas.

    Baca juga: Gatot Nurmantyo Bicara Soal Pilpres Saat Buka Bersama Ketum PAN

    "Habis Lebaran nyekar ke (makam) orang tua, baik ke orang tua saya, ke mertua saya, ya, sudah (setelah itu) pulang lagi," katanya, Rabu, 20 Juni 2018. Menurut dia, mudik ke Banyumas hanya untuk ziarah.

    Gatot Numantyo mengatakan berangkat dari Jakarta ke Banyumas melalui Cilacap menggunakan pesawat pada Rabu pagi dan selanjutnya akan ke Solo.

    Baca juga: Survei Indo Barometer: Gatot Nurmantyo Calon Wapres Terkuat

    "Ke Solo untuk ziarah ke (makam) orang tua saya, tadi ke (makam) kakek," ujarnya.

    Disinggung mengenai agenda pada 2019, dia enggan memberikan banyak komentar. "2019 kan ada pilpres (pemilihan presiden) dan sebagainya," ucapnya sambil tertawa.

    Baca juga: PAN dan Demokrat Hitung Peluang Gatot Nurmantyo di Pilpres 2019

    Ketika ditanya lagi terkait dengan pencalonannya sebagai presiden, dia juga tertawa. "Kita lihat saja nanti, ya," tuturnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Palapa Ring Akan Rampung Setelah 14 Tahun

    Dicetuskan pada 2005, pembangunan serat optik Palapa Ring baru dimulai pada 2016.