Partai Berkarya Adopsi Program Soeharto Jaring Suara Pemilu 2019

Reporter:
Editor:

Arkhelaus Wisnu Triyogo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Umum Partai Berkarya Tommy Soeharto (kedua kiri), Sekjen Partai Berkarya Priyo Budi Santoso (kedua kanan), kader baru Partai Berkarya Titiek Soerharto (tengah), dan sejumlah kader partai berfoto bersama saat jumpa pers di Museum Memorial Jenderal Besar HM Soeharto, Yogyakarta, Senin, 11 Juni 2018. ANTARA

    Ketua Umum Partai Berkarya Tommy Soeharto (kedua kiri), Sekjen Partai Berkarya Priyo Budi Santoso (kedua kanan), kader baru Partai Berkarya Titiek Soerharto (tengah), dan sejumlah kader partai berfoto bersama saat jumpa pers di Museum Memorial Jenderal Besar HM Soeharto, Yogyakarta, Senin, 11 Juni 2018. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Partai Berkarya menawarkan kembali sejumlah program mantan Presiden Soeharto untuk menarik dukungan masyarakat dalam pemilihan umum atau pemilu 2019. Sekretaris Jenderal Partai Berkarya Priyo Budi Santoso mengatakan banyak ajaran dan program positif yang bisa diadopsi kembali.

    "Ajaran Pak Harto yang baik kami tawarkan kembali kepada masyarakat," ujarnya saat dihubungi, Sabtu, 16 Juni 2018. Dia mencontohkan, sejumlah program Soeharto, yang kerap dijuluki Bapak Pembangunan, seperti trilogi pembangunan, delapan jalur pemerataan, Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila, serta posyandu.

    Baca: Tugas Titiek Soeharto Setelah Gabung Partai Berkarya

    Priyo optimistis ajaran-ajaran tersebut mampu menarik simpati masyarakat untuk memenuhi target 80 kursi di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Menurut Priyo, target itu realistis karena kursi di DPR pada pemilihan legislatif 2019 mencapai 575 kursi. "Jika dipercaya rakyat, kami siap mengambil oper kepemimpinan politik di parlemen," ucapnya.

    Partai Berkarya pun memiliki strategi untuk mencapai target kursi di DPR dengan menggaet kader dari partai lain, seperti Golkar. Priyo dan Titiek Soeharto, misalnya, menyatakan keluar dari Partai Golkar untuk merapat ke Partai Berkarya.

    Baca: Titiek Soeharto Jelaskan Beda Logo Partai Berkarya dan Golkar

    Priyo mengklaim masih banyak kader partai penguasa Orde Baru itu yang menyatakan tertarik bergabung dengan Partai Berkarya. "Ada juga tokoh-tokoh dari beberapa partai yang selama ini dikenal publik," tuturnya. Namun Priyo masih enggan menyebut calon anggota baru Partai Berkarya yang dia maksud itu.

    Partai Berkarya, menurut dia, sangat terbuka terhadap tokoh partai yang ingin berpindah haluan menjelang pemilu 2019. "Itu proses yang wajar," katanya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.