Ramadan Selesai, AHY Minta Masyarakat Jaga Sikap di Tahun Politik

Reporter:
Editor:

Arkhelaus Wisnu Triyogo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla melakukan halal bihalal dalam rangka merayakan Idulfitri 1439 Hijriah di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Jumat, 15 Juni 2018. TEMPO/Ahmad Faiz

    Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla melakukan halal bihalal dalam rangka merayakan Idulfitri 1439 Hijriah di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Jumat, 15 Juni 2018. TEMPO/Ahmad Faiz

    TEMPO.CO, Bogor - Komandan Satuan Tugas Bersama Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) meminta masyarakat tetap menjaga sikap menjelang tahun politik pada 2018 dan 2019. Ia berharap masyarakat bisa menjaga tutur kata serta perbuatan meski Ramadan telah selesai.

    Harapan itu disampaikan AHY lantaran adanya kontestasi politik dalam pemilihan kepala daerah 2018 dan pemilihan umum 2019. "Tentunya mudah-mudahan tidak hanya berhenti di bulan Ramadan. Kita semua tentu punya niat agar terus menjadi manusia yang lebih baik," katanya di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Jumat, 15 Juni 2018.

    Baca: AHY Sebut Kritik ke Pemerintahan Jokowi Berdasarkan Suara Rakyat

    Putra mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ini menjelaskan, kondisi politik tahun depan diprediksi akan memanas. Menurut AHY, kondisi akan membaik jika semua pihak menahan diri dari perbuatan yang memicu konflik horizontal. "Kadang salah satu kata, satu kalimat, bisa menghadirkan sebuah polemik yang berkepanjangan atas nama anak bangsa," ujarnya.

    Meski begitu, kata AHY, dalam politik tidak bisa terhindarkan dari saling adu gagasan, isu, juga narasi yang dilakukan para elite politik. "Tapi harapannya dengan cara-cara yang baik dan terus, sehingga kalau pun ada kritik, terus membangun. Kalau pun ada masukan juga, itu baik untuk semuanya," tutur AHY.

    Baca: AHY Merasa Diharapkan Publik sebagai Tokoh Alternatif

    AHY menjadi salah satu tamu yang hadir dalam acara open house Presiden Joko Widodo atau Jokowi di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat. Ia hadir bersama istrinya, Annisa Pohan. AHY mewakili SBY yang tidak bisa menghadiri acara Jokowi tersebut. "Ada salam dari Pak SBY dan beliau (Jokowi) juga sebaliknya menitipkan salam," ucapnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hal Penting di Rengasdengklok Sebelum Proklamasi 17 Agustus 1945

    Satu hari sebelum teks Proklamasi dibacakan, ada peristiwa penting dalam sejarah Indonesia. Kejadian itu dikenal sebagai Peristiwa Rengasdengklok.