Pernah Kolaborasi, Begini Fadli Zon Mengenang Sosok Ari Malibu

Reporter:
Editor:

Angelina Anjar

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Fadli Zon. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Fadli Zon. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Fadli Zon turut mengenang sosok musikus Ari Malibu yang baru saja berpulang tadi malam. Melalui akun Twitter-nya, @fadlizon, dia menyampaikan ucapan belasungkawa atas meninggalnya musikus senior tersebut.

    "Selamat jalan Mas Ari Malibu yang meninggalkan kita di malam Idul Fitri ini. Semoga mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT. Al Fatihah," cuit Fadli Zon, Kamis malam, 14 Juni 2018.

    BACA: Di Malam Takbir, Musikus Ari Malibu Tutup Usia

    Tadi malam, di tengah gemuruh malam takbir menjelang Idul Fitri, Ari Malibu tutup usia. Dia meninggal pada pukul 20.25 WIB di Rumah Sakit Kramat setelah beberapa bulan terakhir dirawat karena kanker kerongkongan.

    Ari Malibu adalah musikus kelahiran Makassar. Ari sempat bergabung dengan kelompok vokal asal Bandung, Pahama, sebelum pada 1982 membentuk duet dengan Reda Gaudiamo. Sejak 1987, AriReda terlibat dalam proyek apresiasi seni yang diprakarsai Sapardi Djoko Damono dan Fuad Hasan. Mereka pun aktif memusikalisasikan puisi karya penyair tanah air.

    BACA: Ari Malibu Melawan Kanker Kerongkongan, Meninggal di RS Kramat

    Puisi Fadli Zon adalah salah satu karya yang pernah dimusikalisasikan Ari Malibu. Puisi itu berjudul "Berhenti", dibuat Fadli untuk mengenang maestro biola Idris Sardi yang meninggal pada 28 April 2014.

    Dalam cuitannya di Twitter tadi malam, Fadli Zon juga menautkan video Youtube saat dia membacakan puisinya yang dinyanyikan Ari. "Kolaborasi dengan Ari Malibu, puisi saya "Berhenti" dinyanyikan Ari Malibu," tulis Fadli.

    BACA: Fadli Zon Anggap Kunjungan Yahya Staquf ke Israel Kontraproduktif

    Berikut puisi karya Fadli Zon yang bertajuk "Berhenti" itu:

    Hari ini, perjalanan hidupmu berhenti
    Nafas berhenti
    Denyut nadi berhenti
    Pikiran berhenti
    Semangat menggebu itu berhenti

    Kau pergi tinggalkan cerita tentang cinta dan bahagia
    Tentang duka dan derita
    Tentang peristiwa dari masa ke masa
    Tentang kalah dan menang
    Tentang mimpi dan realita
    Tentang tanah pusaka dan Sang Pencipta
    Tentang keikhlasan dan doa

    Kau bertutur rasa dengan biola
    Hari ini biolamu berhenti
    Tak ada getar dawai membelah sunyi
    Jemari lincah kaku sudah
    Kini tinggal suara jiwa menyobek hati
    Merangkai rindu tak tentu arah

    Hari ini waktumu berhenti
    Lepaslah semua beban
    Pergi tersenyum menghadap Tuhan
    Selamat jalan sang legendaris
    Jejak karyamu tak pernah habis
    Melintang sepanjang zaman
    Abadi dalam kenangan


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Fakta-fakta Pelantikan Jokowi - Ma'ruf, Dihadiri Prabowo - Sandi

    Selain beberapa wakil dari berbagai negara, pelantikan Jokowi - Ma'ruf ini dihadiri oleh Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno.