Minggu, 21 Oktober 2018

Pesan Ketua MUI, Kenapa Idul Fitri Tahun Ini Sangat Disyukuri?

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Umum MUI K.H Ma'ruf Amin (kanan) saat memberikan keterangan kepada media terkait hasil sidang isbat 1 Syawal 1439 H di Kantor Kementerian Agama RI, Jakarta, 14 Juni 2018. Hadir juga dalam sidang itu para Duta Besar Negara sahabat, Mahkamah Agung, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), dan sejumlah undangan lainnya. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Ketua Umum MUI K.H Ma'ruf Amin (kanan) saat memberikan keterangan kepada media terkait hasil sidang isbat 1 Syawal 1439 H di Kantor Kementerian Agama RI, Jakarta, 14 Juni 2018. Hadir juga dalam sidang itu para Duta Besar Negara sahabat, Mahkamah Agung, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), dan sejumlah undangan lainnya. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Jakarta – Polarisasi yang kuat dalam masyarakat karena pemilihan kepala daerah dan presiden membuat momen perayaan Idul Fitri 2018 dirasa Majelis Ulama Indonesia (MUI) sangat istimewa. Perayaan 1 Syawal 1439 Hijriah yang jatuh pada Jumat 15 Juni 2018 seragam di antara mayoritas umat muslim di tanah air.

    Baca: Seperti Tahun Sebelumnya, Jemaah Naqsabandiyah Salat Ied Duluan

    Ketua MUI, Ma'ruf Amin, menyatakan Lebaran yang seragam merupakan berkah. Dia mengajak masyarakat bersyukur bisa merayakan Lebaran secara bersamaan dan karenanya, meminta dimanfaatkan seluruh umat Islam untuk bersilaturahmi dan berbagi kasih sayang. 

    Baca: MUI Menyatakan Politisasi Agama Itu...

    “Kita sesama muslim dan sesama keluarga bangsa hendaknya menghilangkan kesalahpahaman,” kata Ma’ruf di Kementerian Agama, Jakarta Pusat, Kamis 14 Juni 2018. Dia menambahkan, “Mari kita bangun hubungan yang penuh saling pengertian sehingga tak ada kegaduhan lagi.”

    Dia merujuk kepada polarisasi yang belakangan dirasa memecah belah bangsa, bahkan sesama umat muslim di Indonesia. Adapun peristiwa yang pernah meresahkan di antaranya adalah adanya penolakan terhadap jenazah jemaah yang pada masa hidupnya memiliki pilihan politik berbeda.

    Baca juga: Sentimen Agama Meningkat di Jakarta

    Ma’ruf menuturkan, perayaan Idul Fitri yang damai dan tenteram dapat dimulai dengan khatib yang menyampaikan ceramah yang menyejukkan dan menebar kedamaian. Ceramah diminta menghindari politik praktis, sebaliknya mengajak pada persatuan dan persaudaraan.

    “Jangan sampai ada khatib yang justru merusak suasana indah dan damai ini dengan kotbah yang memprovokasi," ujar Ma'ruf.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hak Asasi Binatang Diperingati untuk Melindungi Hewan

    Hak Asasi Binatang, yang diperingati setiap 15 Oktober, diperingati demi melindungi hewan yang sering dieksploitasi secara berlebihan, bahkan disiksa.