Soal Corong Kebencian, Gerindra akan Laporkan Nuruzzaman Jika ...

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Anggota Dewan Pertimbangan Presiden, Yahya Cholil Staquf, baru dilantik di Istana Negara, Jakarta, 31 Mei 2018. Tempo / Friski Riana

    Anggota Dewan Pertimbangan Presiden, Yahya Cholil Staquf, baru dilantik di Istana Negara, Jakarta, 31 Mei 2018. Tempo / Friski Riana

    TEMPO.CO, Jakarta - Anggota Dewan Pembina DPP Partai Gerindra Habiburokhman mengancam akan melaporkan Wakil Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat (Wasekjen DPP) Partai Gerindra Mohammad Nuruzzaman ke Badan Reserse Kriminal Polri, jika tidak mencabut pernyataannya kepada media yang menuding Gerindra melakukan manuver politik dengan corong kebencian. “Jika Nurruzaman mengabaikan somasi ini, tentu dia sendiri yang akan rugi,” ujar Habiburokhman saat dihubungi Tempo pada Kamis, 14 Juni 2018.

    Pengurus sekaligus kuasa hukum Gerindra mengatakan sampai saat ini pihaknya hanya memberikan somasi kepada Nurruzaman melalui media. Musababnya, pernyataan pengunduran diri berikut tudingan Nuruzzaman terhadap Gerindra juga disampaikan lewat media. “Sampai saat ini belum ada tanggapan dari yang bersangkutan,” ujar Habiburohkman.

    Baca:
    Wasekjen Gerindra Keluar dari Partai, Gara-gara ...
    Bela Gerindra, Habiburokhman: Yahya Staquf ...

    Somasi Gerindra terhadap Nuruzzaman bermula dari pengunduran diri Nuruzzaman dari partai itu yang diumumkan melalui media pada Selasa malam, 12 Juni 2018. Nuruzzaman menjelaskan alasan pengunduran dirinya di antaranya karena menilai Partai Gerindra sudah tidak sejalan lagi dengan jalan perjuangannya.

    Ia marah karena Wakil Ketua Gerindra Fadli Zon dinilainya menghina pemuka agama Yahya Cholil Staquf yang berceramah di Israel. Anggota Dewan Pertimbangan Presiden itu secara pribadi ke Israel untuk berceramah mengenai konflik Israel dengan Palestina dan menawarkan konsep perdamaian menurut Islam. 

    Alasan lainnya adalah Gerindra yang dinilainya menjadi corong kebencian ketimbang patriotik. “Manuver Gerindra yang sangat patriotik sekarang lebih menjadi corong kebencian yang mengamplifikasi kepentingan politis busuk yang hanya berkutat pada kepentingan saja, sama sekali hilang Indonesia Raya yang ada di dada setiap kader Gerindra.”

    Baca:
    Gerindra: Nuruzzaman Cari Panggung Karena ...
    Gerindra Tanggapi Tudingan Nuruzzaman Soal ...

    Gerindra pun geram dan mensomasi Nuruzzaman melalui media. Gerindra menyatakan akan memberikan kesempatan 3 x 24 jam kepada Nuruzzaman untuk meralat ucapannya sekaligus meminta maaf secara terbuka kepada seluruh kader Partai Gerindra. “Siapa yang terima jika partai-nya disebut corong kebencian? Saya pikir somasi kami adalah hal yang sangat wajar,” ujar Habiburohkman.

    Sampai berita ini diturunkan, Tempo masih mencoba menghubungi Nurruzaman mengenai somasi Gerindra. Namun, Nurruzaman belum menanggapi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.