Titiek Soeharto Jelaskan Beda Logo Partai Berkarya dan Golkar

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Titiek Soeharto menyatakan keluar dari Golkar dan gabung Partai Berkarya. TEMPO/Pribadi Wicaksono

    Titiek Soeharto menyatakan keluar dari Golkar dan gabung Partai Berkarya. TEMPO/Pribadi Wicaksono

    TEMPO.CO, Yogyakarta - Putri mantan Presiden Soeharto, Titiek Soeharto menjelaskan perbedaan logo Partai Berkarya dan Partai Golkar dalam safarinya di Kabupaten Bantul Yogyakarta pada Rabu, 13 Juni 2018.

    Perempuan bernama asli Siti Hediati Haryadi itu menjelaskan beda logo dua partai itu agar masyarakat tak terkecoh saat menggunakan hak pilihnya dalam pemilu 2019. Titiek kini merupakan Ketua Dewan Pertimbangan Partai Berkarya setelah resmi menyatakan hengkang dari Partai Golkar sejak Senin 11 Juni 2018.

    "Saya sudah di Partai Berkarya, bukan di Partai Golkar lagi," kata Titiek saat menyambangi warga di Dusun Kranggan, Desa Tirtomulyo, Kecamatan Kretek, Bantul.

    Baca: Tugas Titiek Soeharto Setelah Gabung Partai Berkarya

    Titiek mengatakan sekilas memang ada beberapa persamaan antara logo Partai Berkarya dan Golkar. Namun ia meminta masyarakat jeli menandai perbedaan mendasar logo dua partai itu. "Logonya memang sama sama berwarna kuning dan ada pohon beringinnya, tapi kalau pohonnya Partai Berkarya ada gambar otaknya," ujarnya.

    Logo partai besutan anak Soeharto, Hutama Mandala Putra alias Tommy Soeharto itu memang pohon beringin dengan bingkai rantai melingkar.

    Baca: Priyo Budi: Di Mata Partai Berkarya, Soeharto Layaknya Bung Karno

    Gambar pohon beringin Partai Berkarya berwarna hitam lalu diberi corak warna hijau seperti daun namun sekilas mirip gambaran otak manusia. Sedangkan dalam logo Golkar, pohon beringinnya terbingkai kotak segilima serta diapit padi dan kapas. Tak ada corak apapun dalam gambar pohon beringin Golkar.

    "Selain ada gambar otaknya, di pohon beringinnya Partai Berkarya juga ora ono setane (tidak ada hantunya), hehehe," kata Titiek berseloroh.

    Titiek menjelaskan pendirian Partai Berkarya memang terinspirasi untuk meneruskan cita-cita perjuangan Orde Baru yang belum terwujud di masa Soeharto menjabat. "Cita cita Pak Harto kan mewujudkan masyarakat yang adil, makmur, dan sejahtera, semoga bisa terwujud melalui Partai Berkarya ini," ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.