Sabtu, 20 Oktober 2018

KPK Ancam Tangkap Pejabat yang Korupsi Pada Cuti Lebaran

Reporter:
Editor:

Wahyu Dhyatmika

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Juru bicara KPK Febri Diansyah, memberikan keterangan kepada awak media, di gedung KPK, Jakarta, 7 Februari 2018. KPK secara resmi menetapkan anggota DPR dari Fraksi PKS, Yudi Widiana Adia, sebagai tersangka dalam kasus Tindak Pidana Pencucian Uang sebesar Rp. 20 miliar terkait kasus suap proyek di bawah Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. TEMPO/Imam Sukamto

    Juru bicara KPK Febri Diansyah, memberikan keterangan kepada awak media, di gedung KPK, Jakarta, 7 Februari 2018. KPK secara resmi menetapkan anggota DPR dari Fraksi PKS, Yudi Widiana Adia, sebagai tersangka dalam kasus Tindak Pidana Pencucian Uang sebesar Rp. 20 miliar terkait kasus suap proyek di bawah Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengingatkan para penyelenggara negara untuk tidak melakukan korupsi seperti menerima suap dan gratifikasi  selama cuti lebaran kali ini. Lembaga antikorupsi ini memastikan unsur pengawasan mereka tidak akan kendor meski banyak pegawai yang libur. 

    “Secara umum pegawai KPK cuti, tapi tentu sejumlah pelaksanaan tugas tidak bisa berhenti meskipun di hari libur,” kata juru bicara KPK, Febri Diansyah lewat keterangan tertulis, Rabu, 13 Juni 2018.

    BACA JUGA: Anggota DPR Kerap Ditangkap KPK, Ini Komentar Ketua DPR

    Lebih jauh, Febri memastikan gerakan pemberantasan korupsi tak akan berhenti meski hampir semua aparatur sipil negara dan karyawan swasta sedang menjalani cuti bersama Lebaran 2018. KPK menyatakan akan tetap menjalankan fungsi pengawasan dan penindakan terhadap tindakan korupsi yang dilakukan penyelenggara negara.

    Febri juga menegaskan KPK tetap menindaklanjuti informasi-informasi dari masyarakat, yang dikirim melalui mekanisme yang ada, selama libur lebaran. “Kami pastikan fungsi tersebut tetap terus berjalan,” kata dia.

    BACA JUGA: KPK Tangkap Dua Kepala Daerah di Jawa Timur, Ini Jumlah Uang yang Disita

    Meski sebagian besar pegawai KPK libur, Febri menegaskan ada tim penindakan yang tetap bekerja di lapangan untuk menindaklanjuti informasi dari masyarakat. Selain itu, tim pengamanan gedung dan rumah tahanan juga tetap bekerja. “Pegawai-pegawai lain yang terkait juga tetap bekerja,” kata dia.

    Pada Lebaran tahun-tahun sebelumnya, KPK hampir selalu melakukan operasi tangkap tangan. Pada Ramadan lalu, Ketua DPRD Mojokerto dicokok KPK setelah melakukan  korupsi untuk kebutuhan tunjangan hari raya (THR). Pada Idul Fitri 2016, Bupati Banyuasin, Yan Anton Ferdian, juga ditangkap karena menerima THR dari pihak yang diuntungkan oleh kebijakannya.

    BACA JUGA: Lebaran, Ini Keistimewaan yang Bisa Dinikmati Narapidana KPK

    Selain itu, tiga tahun sebelumnya Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berturut turut juga menangkap sejumlah orang saat bulan Ramadan. Selain penangkapan hakim Pengadilan Tata Usaha Negara Medan dan pengacara OC Kaligis, ada kasus penangkapan Kepala SKK Migas Rudi Rubiandini pada Agustus 2013,  juga  penangkapan Bupati Karawang, Ade Swara, pada Juli 2014.  

    Pada Lebaran tahun 2018 ini, pemerintah memutuskan menambah jatah cuti bersama Idul Fitri selama tujuh hari. Jatah cuti lebaran bagi aparatur sipil negara dimulai pada 11 Juni hingga 20 Juni 2018.

    AJI NUGROHO | WD


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Bravo 5 dan Cakra 19, Dua Tim Luhut untuk Jokowi di Pilpres 2019

    Menyandang nama Tim Bravo 5 dan Cakra 19, dua gugus purnawirawan Jenderal TNI menjadi tim bayangan pemenangan Jokowi - Ma'ruf Amin di Pilpres 2019.