MUI Minta Khotbah Idul Fitri Tak Bermuatan Politik Praktis

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Dewan Harian Majelis Ulama Indonesia (MUI) di Hotel Sahid  Jakarta (21/03)Foto : Amston Probel (Tempo)

    Ketua Dewan Harian Majelis Ulama Indonesia (MUI) di Hotel Sahid Jakarta (21/03)Foto : Amston Probel (Tempo)

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Majelis Ulama Indonesia Maruf Amin mengimbau para khatib yang akan menyampaikan khotbah pada salat Idul Fitri 1439 Hijriah untuk menghindari politik praktis.

    "Kami mengimbau para khatib salat Idul Fitri untuk menghindari isi khotbah yang bermuatan politik praktis yang bisa menimbulkan perpecahan pada umat Islam. Jangan dijadikan ajang untuk kampanye," kata Maruf dalam konferensi pers di Jakarta pada Selasa, 12 Juni 2018.

    Baca: Jemaah Naqsabandiyah Gelar Salat Idul Fitri Hari Ini

    Maruf mengatakan, para khatib sebaiknya menyampaikan pesan peningkatan keimanan dan ketaqwaan, persaudaraan dan kedamaian kepada para jemaah. "Juga hendaknya menyampaikan pesan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap bahaya terorisme, narkoba, minuman keras, perilaku seks menyimpang atau LGBT, dan segala bentuk perbuatan mungkar lainnya," ujarnya.

    Selain itu, Maruf mengimbau agar umat Islam diminta untuk memanjatkan doa bagi seluruh muslim di dalam maupun luar negeri, khususnya di Palestina, Rohingya, Kashmir, dan Suriah, yang tengah mengalami penderitaan dan tragedi kemanusiaan.

    Baca: Ini 5 Tips Menangkis Pertanyaan yang Sering Muncul Saat Lebaran

    Maruf mengatakan hari raya Idul Fitri harus dijadikan momentum untuk menjaga kohesi sosial, menjaga perdamaian, memperkuat dan memperkokoh kembali ikatan dan hubungan antarsesama saudara seagama, sebangsa dan sesama manusia. "Perbedaan aspirasi politik merupakan hal biasa yang harusnya dipandang sebagai rahmat dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, dan bukan menjadi penyebab terjadinya saling marah, salah paham, mencerca, dan caci maki," ujarnya.

    Hari raya Idul Fitri 2018 diperkirakan akan jatuh pada Jumat, 15 Juni 2018. Namun pemerintah masih belum mengeluarkan pengumuman resmi terkait hari Lebaran itu.

    Maruf pun meminta kepada pemerintah dan pihak kepolisian agar dapat menjaga keamanan dan kenyamanan umat Islam dalam merayakan hari raya Idul Fitri, baik saat malam takbiran maupun pada saat pelaksanaansalat Ied di lapangan, masjid, surau atau tempat lainnya. "Kami mengingatkan kepada masyarakat, khususnya saat menggunakan media sosial untuk tidak menyebarkan informasi yang berisi kebohongan, fitnah , aib, ujaran kebencian, dan sebagainya," ujarnya.

    Baca: Idul Fitri, Petugas Kebersihan Tetap Siaga Awasi Timbunan Sampah


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.