Masa Jabatan Habis, Aher dan Keluarga Pindah ke Rumah Kontrakan

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan usai makan sahur bersama dengan para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD)/Kepala Dinas Pemerintah Provinsi Jawa Barat, di Gedung Negara Pakuan, Jumat, 8 Juni 2018.

    Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan usai makan sahur bersama dengan para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD)/Kepala Dinas Pemerintah Provinsi Jawa Barat, di Gedung Negara Pakuan, Jumat, 8 Juni 2018.

    TEMPO.CO, Bandung - Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan bersama istrinya, Netty Prasetyani bersilaturahim sekaligus pamitan kepada warga sekitar rumah dinasnya di Gedung Negara Pakuan Kota Bandung. Sejak hari ini, Aher mengakhiri jabatannya dan hendak pindah ke rumah kontrakan.

    "Alhamdulillah kemarin saya bersama istri bersilaturahim ke tetangga di sekitar (Gedung) Pakuan, yakni warga RT 01 RW 01 Kelurahan Babakan Ciamis, Kecamatan Sumur Bandung. Acaranya dirangkai dengan bukber," kata Aher di Bandung pada Rabu, 13 Juni 2018.

    Baca: Ahmad Heryawan Belum Dapat Bocoran dari Jokowi Soal Pj Gubernur

    Aher mulai tinggal di rumah dinas setelah dirinya dilantik menjadi Gubernur Jawa Barat pada periode 2008-2013 yaitu pada Jumat, 13 Juni 2008. Aher pun mengisahkan saat malam pertama tinggal di rumah dinas.

    "Jadi Jumat sore itu saya ke sini (Gedung Pakuan) menginap di sini sendirian. Karena Ibu (istri) dan anak-anak masih di Jakarta. Besok paginya ibu dan anak-anak baru ke sini," kata Aher.

    Baca: Aher Bakal Jadi Juru Kampanye Pasangan Asyik di Pilgub Jabar

    Setelah itu, dua hari kemudian, usai Aher pertama kali tinggal di Gedung Negara Pakuan, langsung berkeliling bertemu warga sekitar. "Hari minggu paginya waktu itu saya berkeliling-keliling bertemu masyarakat di sini. Mereka (warga sekitar Pakuan) cukup kaget, karena artinya baru hari pertama saya sudah keliling-keliling bertemu warga," ujarnya.

    Aher juga mengaku selama 10 tahun menjadi gubernur, dirinya tak pernah sekali pun keluar atau pindah dari Gedung Negara Pakuan.

    Setelah tak lagi menjabat sebagai gubernur, Aher akan tetap tinggal di Bandung. Namun ia dan keluarga untuk sementara akan mengontrak rumah sampai rumah barunya di daerah Pasir Impun, Kabupaten Bandung, selesai dibangun. "Kami putuskan untuk tinggal saja di Bandung. Tapi saat memutuskan untuk tinggal di Bandung buat rumahnya terlambat, sehingga sampai hari ini belum selesai," kata Aher.

    Baca: Setelah 13 Juni, Aher Kampanye Penuh untuk Sudrajat-Ahmad Syaikhu


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.