Wali Kota Surakarta Akan Bentuk Yayasan bagi Eks Napi Teroris

Reporter:
Editor:

Angelina Anjar

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Polisi bersiap menggeledah rumah kontrakan pelaku bom bunuh diri Polrestabes Surabaya, di Tambak Medokan Ayu, Surabaya, Jawa Timur, 15 Mei 2018. Keluarga terduga teroris yang dikepalai Tri Murtono yang menghuni kontrakan tersebut, melakukan bom bunuh diri di pintu gerbang Poltrestabes Surabaya pada Senin (14/5) pagi. TEMPO/Aris Novia Hidayat

    Polisi bersiap menggeledah rumah kontrakan pelaku bom bunuh diri Polrestabes Surabaya, di Tambak Medokan Ayu, Surabaya, Jawa Timur, 15 Mei 2018. Keluarga terduga teroris yang dikepalai Tri Murtono yang menghuni kontrakan tersebut, melakukan bom bunuh diri di pintu gerbang Poltrestabes Surabaya pada Senin (14/5) pagi. TEMPO/Aris Novia Hidayat

    TEMPO.CO, Surakarta - Wali Kota Surakarta FX Hadi Rudyatmo berjanji akan membentuk wadah berupa yayasan bagi para mantan narapidana terorisme atau napiter. Rencana itu disampaikan Rudy, demikian sapaannya, saat berbuka bersama para napi teroris di rumah dinasnya, kemarin.

    “Yayasan itu bisa mengakomodir para eks napiter di Jawa Tengah dan Yogyakarta,” kata Rudy di sela-sela acara buka bersama, Selasa malam, 12 Juni 2018.

    BACA: Kapolri Usul Rutan Khusus Napi Teroris Dibangun di Cikeas

    Rudy bertekad memberdayakan para eks napi teroris untuk turut andil dalam pembangunan kota. Selama ini, banyak persoalan yang dihadapi mantan napi teroris yang telah selesai menjalani hukuman, terutama terkait isu sosial kemasyarakatan. “Kami ingin mengurai masalahnya sehingga bisa menemukan solusi yang tepat,” ujar Rudy.

    Dalam acara buka bersama kemarin, eks napi teroris yang hadir tidak hanya berasal dari Surakarta. Ada beberapa mantan napi teroris yang datang dari Sukoharjo, Karanganyar, Semarang, dan Purwokerto. “Ini baru pertemuan pertama,” kata Rudy. Dia tak menutup kemungkinan adanya pertemuan lanjutan untuk menindaklanjuti rencana yang telah disusun.

    BACA: Alasan DPR Ingin Bangun Lapas Napi Teroris Baru

    Juru bicara napi teroris yang hadir dalam acara buka bersama kemarin, Joko Triharmanto, mengatakan jumlah eks napi teroris di Jawa Tengan dan Yogyakarta cukup banyak. “Napiter yang saat ini sudah hampir keluar dari penjara juga banyak,” katanya.

    Pria yang pernah terlibat dalam aksi Bom Bali I ini berpendapat pembentukan yayasan bisa mempermudah pemerintah untuk membina mantan napi teroris. Selama ini, banyak eks napi teroris yang mengalami masalah ekonomi setelah keluar dari penjara. “Kondisi ini bisa membuat mereka menjadi residivis,” kata pria yang saat ini pemilik usaha konveksi tersebut.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.