Yahya Staquf ke Israel, Menlu: Indonesia Tetap Dukung Palestina

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menlu Retno Marsudi menghadiri Penghargaan Adam Malik 2018, di Jakarta, 9 Januari 2018. Tempo/ Fakhri Hermansyah

    Menlu Retno Marsudi menghadiri Penghargaan Adam Malik 2018, di Jakarta, 9 Januari 2018. Tempo/ Fakhri Hermansyah

    TEMPO.CO, Bogor - Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengatakan kunjungan Yahya Cholil Staquf ke Israel tak mengubah keberpihakan Indonesia kepada Palestina. Retno mengatakan Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) itu pergi sebagai pribadi.

    "Tidak ada perubahan keberpihakan Indonesia terhadap perjuangan rakyat Palestina, bahkan justru terjadi penebalan," kata Retno di Istana Kepresidenan Bogor pada Selasa, 12 Juni 2018.

    Baca: Di Israel, Yahya Staquf Bicara Soal Melanjutkan Langkah Gus Dur

    Retno mengatakan dukungan untuk Palestina semakin menguat terutama setelah Indonesia terpilih menjadi anggota tidak tetap Dewan Keamanan Persatuan Bangsa-Bangsa (DK PBB). Presiden Joko Widodo secara khusus berpesan agar isu Palestina menjadi prioritas Indonesia.

    Indonesia akan berusaha mencari jalan agar Palestina meraih kedamaian melalui perannya di PBB. Retno berencana berbicara dengan anggota lain untuk membahas masalah tersebut. "Kami ingin mendorong agar resolusi DK PBB mengenai Palestina yang jumlahnya cukup banyak direalisasikan," ujarnya.

    Baca: Wasekjen Gerindra Keluar dari Partai, Gara-gara Fadli Zon?

    Yahya Cholil Staquf diundang ke Israel untuk menyampaikan kuliah umum di acara yang diselenggarakan oleh The Israel Council on Foreign Relations. Kuliah yang disampaikan bertema Shifting the Geopolitical Calculus: From Conflict to Cooperation. Acara tersebut dihelat di The David Amar Worldwide North Africa Jewish Heritage Center, Yerusalem pada 13 Juni 2018.

    Presiden Joko Widodo sebelumnya mengatakan kunjungan Yahya Cholil Stafuq ke Israel bukan sebagai perwakilan pemerintah Indonesia. Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Robikin Emhas juga menyatakan Yahya hadir bukan untuk mewakili lembaga tersebut.

    Baca: Wasekjen Gerindra Tuding Fadli Zon Hina Yahya Staquf


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.