Rabu, 20 Juni 2018

Wasekjen Gerindra Tuding Fadli Zon Hina Yahya Staquf

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mantan juru bicara (Jubir) Presiden keempat RI Abdurrahman Wahid alias Gus Dur, Yahya Cholil Staquf dilantik oleh Presiden Jokowi menjadi Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) di Istana Negara, Jakarta, Kamis 31 Mei 2018. TEMPO/Subekti.

    Mantan juru bicara (Jubir) Presiden keempat RI Abdurrahman Wahid alias Gus Dur, Yahya Cholil Staquf dilantik oleh Presiden Jokowi menjadi Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) di Istana Negara, Jakarta, Kamis 31 Mei 2018. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat (Wasekjen DPP) Partai Gerindra Mohammad Nuruzzaman menuding Wakil Ketua Umum Fadli Zon telah menghina Yahya Staquf yang baru saja menjadi pembicara dalam sebuah acara di Israel.

    “Kemarahan saya memuncak karena hinaan saudara Fadli Zon kepada kiai saya, KH Yahya Cholil Staquf terkait acara di Israel," kata Nuruzzaman saat dihubungi Tempo pada Selasa malam, 12 Juni 2018.

    Baca juga: Istana dan PBNU Sebut Yahya Cholil ke Israel Sebagai Pribadi

    Katib Am Pengurus Besar Nahdlatul Ulama KH Yahya Cholil Staquf mengisi kuliah umum The Israel Council on Foreign Relations oleh American Jewish Committee (AJC). Dalam video yang diunggah AJC, Yahya Staquf mengatakan kehadirannya di acara itu untuk melanjutkan langkah mantan Presiden Abdurrahman Wahid atau Gus Dur terkait toleransi beragama.

    Menanggapi kuliah umum dari Yahya Staquf itu, lewat akun Twitter-nya Fadli Zon mencuit, “Cuma ngomong begitu doang ke Israel. Ini mmemalukan bangsa Indonesia. Tak ada sensitivitas pada perjuangan Palestina. #2019GantiPresiden”.

    Nuruzzaman geram karena reaksi Fadli Zon dibelokkan menjadi hal yang bersifat politis yaitu isu ganti presiden. "Bagi santri, penghinaan pada kiai adalah tentang harga diri dan marwah,” ujar Nurruzaman.

    Baca juga: Jokowi Lantik Mantan Juru Bicara Gus Dur Jadi Anggota Wantimpres

    Nuruzzaman langsung menyatakan mundur dari jabatannya sebagai wakil Sekjen Partai Gerindra.

    Adapun beberapa alasan lain pengunduran diri Nurruzaman dari Gerindra, ujar dia, di antaranya karena menilai Partai Gerindra sudah tidak sejalan lagi dengan jalan perjuangannya. “Gerindra ternyata belok menjadi sebuah kendaraan kepentingan yang bukan lagi berkarakter pada kepedulian dan keberanian, tapi berubah menjadi mesin rapuh yang hanya mengejar kepentingan saja,” ujar Nurruzaman.

    Baca juga: Jadi Pembicara di Israel, Gus Yahya Akan Bela Palestina

    Nurruzaman menjelaskan, pengunduran dirinya memang belum disampaikan secara resmi kepada partai. Namun, dia sudah mantap menyatakan keluar dari Partai Gerindra. “Setelah lebaran akan saya sampaikan kepada partai,” ujar Nurruzaman yang saat ini sedang berada di Cirebon.

    Atas dasar hal tersebut, ujar Nuruzzaman, dia mundur dari Gerindra dan menyatakan akan melakukan perlawanan terhadap partai dan elit partai tersebut. Sementara itu, dia mengatakan belum mengambil langkah akan pindah ke partai lain atau tidak menjadi kader partai politik lagi. “Saya masih mikir-mikir,” ujar dia.

    Sementara itu, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad mengatakan bahwa dia belum pernah mendengar ihwal pengunduran diri Nurruzaman secara langsung. Pengunduran diri secara resmi kepada partai pun, ujar Dasco, memang belum dilakukan. “Saya baru dengar kabar pengunduran diri beliau dari media sosial saja barusan,” ujar Dasco saat dikonfirmasi.


     

     

    Lihat Juga


    Selengkapnya
    Grafis

    Libur Lebaran dengan Helikopter, Siapa Takut?

    Helikopter menjadi sarana transportasi yang efektif menghindari macet. Orang-orang berduit memilih menggunakannya, termasuk di libur Lebaran ini.