H-4 Lebaran, 134 Orang Meninggal Akibat Kecelakaan Lalu Lintas

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Arus kendaraan besar terjebak macet di jalur selatan Limbangan, Garut, Jawa Barat, Ahad, 10 Juni 2018. Arus mudik pada H-5 Lebaran di jalur selatan arah Tasikmalaya dan Jawa Tengah mulai menampakkan kemacetan di kawasan Ciaro, Nagreg, dan Limbangan. TEMPO/Prima Mulia

    Arus kendaraan besar terjebak macet di jalur selatan Limbangan, Garut, Jawa Barat, Ahad, 10 Juni 2018. Arus mudik pada H-5 Lebaran di jalur selatan arah Tasikmalaya dan Jawa Tengah mulai menampakkan kemacetan di kawasan Ciaro, Nagreg, dan Limbangan. TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO.CO, Jakarta - Polri menyatakan empat hari menjelang Lebaran atau sampai dengan 11 Juni 2018, telah terjadi 633 kecelakaan lalu lintas. Angka tersebut turun sekitar 19 persen dari jumlah kecelakaan lalu lintas pada Operasi Ketupat 2017, yakni 932 kejadian.

    "Total korban meninggal dunia mencapai 134 orang, atau turun 40 persen dari tahun lalu, yakni 312 orang. Luka berat 28 orang, dan luka ringan 258 orang," ujar Kepala Bagian Penerangan Satuan, Biro Penerangan Masyarakat, Divisi Hubungan Masyarakat Polri, Komisaris Besar Polisi Yusri Yunus melalui keterangan tertulis, Selasa, 12 Juni 2018.

    Baca: H-3 Lebaran, AP I: 80 Ribu Pemudik Pulang Kampung ke Semarang

    Penyebab kecelakaan, kata Yusri, didominasi karena kurang waspadanya pengemudi dalam berkendara. Waktu kecelakaan lalu lintas yang paling sering terjadi pada pukul 09.00-12.00 WIB. Dalam kurun waktu 3 jam tersebut, terjadi 42 kecelakaan.

    "Selain itu, kecelakaan lalu lintas paling banyak disumbang oleh kendaraan roda dua, sekitar 232 kejadian, sehingga perlu upaya peningkatan pencegahan di jalur-jalur arteri," kata Yusri.

    Sedangkan untuk pelanggaran, polisi telah menilang sebanyak 23.913 pengendara dan menegur 31.868 pengendara.

    Baca: Hari H Lebaran, Masih Ada Slot Kursi Tersedia di Kereta Sleeper

    Selain itu, berdasarkan hasil dari patroli udara harian, sampai Senin kemarin ada penurunan arus mudik dari arah Jakarta ke arah Jawa Barat dan Jawa Tengah sebesar 40 persen di jalur tol.

    Operasi Ketupat berlangsung dari 7 Juni 2018 sampai 24 Juni 2018 atau terselenggara selama 18 hari. Polri dan TNI menurunkan 177 ribu personel gabungan dalam Operasi Ketupat 2018 di seluruh Indonesia. Pengamanan arus mudik ini juga melibatkan organisasi kemasyarakatan (ormas) seperti Pramuka dan Banser.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Mengering di Sana-sini

    Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika mengeluarkan peringatan dini bahaya kekeringan untuk wilayah Provinsi Banten dan Provinsi DKI Jakarta.