Politikus PKPI Ini Serius Ajak AHY Bergabung ke Partainya

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Agus Harimurti Yudhoyono menyampaikan orasi berjudul Dengarkan Suara Rakyat di Jakarta Convention Center Senayan, Sabtu malam, 9 Juni 2018. Orasi ini disaksikan Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono beserta para kader Demokrat dari wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya. Tempo/Rezki Alvionitasari

    Agus Harimurti Yudhoyono menyampaikan orasi berjudul Dengarkan Suara Rakyat di Jakarta Convention Center Senayan, Sabtu malam, 9 Juni 2018. Orasi ini disaksikan Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono beserta para kader Demokrat dari wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya. Tempo/Rezki Alvionitasari

    TEMPO.CO, Jakarta - Dewan Presidium Nasional Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) Teddy Gusnaidi mengaku serius mengajak Komandan Komando Satuan Tugas Bersama Partai Demokrat Agus Harymurti Yudhoyono atau AHY bergabung ke partainya. Dia mengatakan politikus di PKPI dapat mengajari AHY seni berpolitik, lebih dari yang diajarkan politikus Partai Demokrat.

    “Kalau politikus partai kami ini memang politikus yang mendarah daging, kalau di Demokrat partainya memang besar, tapi politikusnya sebagian kurang paham,” kata dia saat dihubungi, Senin, 11 Juni 2018.

    Baca juga: PDIP: AHY Masuk Long List Cawapres Jokowi

    Ajakan Teddy itu berawal dari kritik yang disampaikannya atas orasi AHY bertajuk “Dengarkan Suara Rakyat” yang berlangsung di Jakarta Convention Center, Sabtu, 9 Juni 2018. Dalam orasi tersebut, AHY mempertanyakan sejumlah kebijakan Presiden Joko Widodo. Salah satunya mengenai revolusi mental yang telah dicanangkan Jokowi sejak masa kampanye. “Apa kabar revolusi mental?” kata Agus.

    Melalui laman twitternya, Teddy lalu mengkritik balik ucapan AHY tersebut. Dia mengatakan kalau sampai AHY masih mempertanyakan revolusi mental, artinya AHY tidak mampu merevolusi mentalnya sendiri. “Elu yang tidak mampu, kenapa Jokowi yang disalahkan? Dasar bocah hehehe,” begitu cuitan di akun twitternya pada 9 Juni 2018.

    Baca juga: AHY Tak Mau Berspekulasi Soal Pencalonan Capres 2019

    Kepala Divisi Advokasi dan Hukum Partai Demokrat Ferdinand Hutahean turut buka suara. Lewat akun Twitternya, Ferdinand berkata revolusi mental memang cenderung tidak dilakukan Jokowi.

    Selain itu, Ferdinand juga menyoroti ucapan Teddy yang menyebut AHY sebagai bocah. Ferdinand menduga Teddy secara tidak langsung telah nyinyir kepada Ketua Umum PKPI, Diaz Hendropriyono yang juga tergolong politisi muda. “Nanti saya capture twit-nya dan kirim ke Diaz,” tulis Ferdinand.

    Baca juga: Elektabilitas Tinggi Jadi Cawapres Jokowi, AHY: Terserah Beliau

    Menanggapi itu, Teddy mengatakan ketua umumnya berbeda level dari AHY. Menurut dia, meski sama-sama muda, Diaz jauh lebih berpengalaman dibandingakan AHY dalam urusan politik. “Kalau AHY masih politikus magang,” kata dia.

    Teddy juga mengatakan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) perlu mempertimbangkan menitipkan putra sulungnya itu ke PKPI bila ingin menjadikan AHY sebagai politikus yang matang. “Kalau pak SBY ingin Agus Yudhoyono menjadi orang besar, titip Agus ke PKPI, nanti kami ajarkan bagaimana caranya mandiri agar bisa menjadi politisi hebat tanpa harus merengek ke orang tua,” kata dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.