Koalisi Jokowi Sebut Tak Goyang oleh #InsyaAllah2019GantiPresiden

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pertemuan Prabowo Subianto, Amien Rais, dan anggota Persaudaraan Alumni 212 di Mekkah, 2 Juni 2018. Istimewa

    Pertemuan Prabowo Subianto, Amien Rais, dan anggota Persaudaraan Alumni 212 di Mekkah, 2 Juni 2018. Istimewa

    TEMPO.CO, Jakarta - Koalisi pendukung calon presiden Joko Widodo atau Jokowi mengaku tak goyang dengan berbagai manuver Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais, termasuk dengan gerakan #InsyaAllah2019GantiPresiden yang dicetuskan mantan ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) tersebut.

    Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) menyatakan pihaknya akan menunggu berbagai manuver Amien Rais yang belakangan seringkali menyuarakan soal ganti presiden dalam pemilihan presiden 2019. Sementara itu, koalisi pendukung Jokowi mengaku sama sekali tak goyah.

    "Bukankah yang bergoyang hanya rumput dan dedaunan?" ujar Ketua DPP PDIP Hendrawan Supratikno menirukan lirik lagu penyanyi Ebiet G. Ade saat dihubungi Tempo pada Ahad, 10 Juni 2018.

    Baca: Amien Rais Bicara Soal Jihad Fisik di Pilpes 2019

    Sekretaris Jenderal Partai NasDem Johnny G. Plate juga menanggapi santai berbagai manuver Amien Rais. "Bagi kami itu biasa saja karena kami sudah satu langkah di depan," ujar Johnny saat dihubungi Tempo secara terpisah.

    Menurut Johnny, koalisi penantang Jokowi di Pilpres 2019 yang hendak dibangun Amien Rais belum jelas arahnya. "Sampai saat ini kan belum jelas koalisinya partai mana saja, memenuhi presidensial threshold atau tidak, capres dan cawapres juga sampai sekarang kan belum jelas," ujarnya.

    Untuk itu, kata Johnny, Nasdem menganggap manuver politik Amien Rais sebagai hal yang normal dan biasa-biasa saja di era demokrasi saat ini. "Kami hanya bisa tersenyum mendengar berbagai pernyataan politik tidak lebih sebagai retorika saja. Jangan-jangan ini hanya manuver politik lucu-lucuan saja untuk membingungkan dan mengacaukan landscape politik nasional yang sebetulnya sudah bagus di era pak Jokowi," kata dia.

    Baca: Terinspirasi Mahathir, Amien Rais Berencana Maju Jadi Capres 2019

    Sementara itu, Amien Rais menyatakan tidak main-main dengan ucapannya. Manuver Amien semakin kencang usai bertemu imam besar Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab di Mekah, Arab Saudi pada 2 Juni lalu. Amien mengatakan telah memesan 1.000 kaus yang bertuliskan #InsyaAllah2019GantiPresiden. Ia juga terang-terangan meminta warga Kampung Akuarium, Penjaringan, Jakarta Utara untuk berdoa agar terjadi pergantian presiden pada 2019 saat mengisi tausiyah di kampung bekas gusuran itu.

    Dalam pertemuannya dengan Rizieq, Amien mengatakan telah membicarakan ihwal persiapan musyawarah nasional atai Munas ulama yang rencananya digelar bulan Juni ini. Munas itu bertujuan menetapkan calon presiden dan wakil presiden untuk mengalahkan calon inkumben Joko Widodo pada pilpres nanti.

    "Habib Rizieq berpesan, tunggu bulan Juni ada sebuah munas ulama non-MUI. Ulama akan buat kesepakatan siapa yang didukung, capres dan cawapres untuk mengalahkan Mister Jokowi," kata Amien Rais di bilangan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Sabtu, 9 Juni 2018.

    Baca: Amien Rais Munculkan Gerakan #InsyaAllah2019GantiPresiden


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jokowi Beberkan RAPBN 2020, Tak Termasuk Pemindahan Ibu Kota

    Presiden Jokowi telah menyampaikan RAPBN 2020 di Sidang Tahunan MPR yang digelar pada 16 Agustus 2019. Berikut adalah garis besarnya.